Sedotan Kaca Terlihat Estetik tapi Berisiko, Ancaman Menelan Beling Mengintai
Jakarta, Nawacita | Tren gaya hidup ramah lingkungan semakin populer, salah satunya dengan mengganti sedotan plastik sekali pakai menjadi sedotan kaca yang bisa digunakan kembali. Namun, sebuah video viral di TikTok baru-baru ini memberikan peringatan keras yang membuat banyak orang berpikir dua kali sebelum menggunakan sedotan kaca.
Sebuah kisah nyata yang mengerikan dari seorang pengguna bernama Breezie O’Brien memicu perdebatan luas mengenai keamanan produk berbahan kaca ini. Kejadian ini bermula saat O’Brien, yang juga seorang influencer, sedang menikmati minumannya menggunakan sedotan kaca.
Awalnya, ia tidak menyadari ada yang salah, hingga akhirnya ia merasakan ada benda padat yang tajam meluncur turun ke tenggorokannya. Saat ia memeriksa sedotannya, ia menyadari ada bagian ujung kaca yang pecah dan hilang.
Tak berhenti di situ, O’Brien menceritakan bahwa sesaat kemudian ia bersendawa dan mendapati ada darah di dalam mulutnya. Panik dengan kondisi tersebut, O’Brien segera melarikan diri ke rumah sakit.
Setelah menjalani serangkaian pemindaian CT scan, tim medis mengonfirmasi bahwa pecahan kaca tersebut sudah melewati lambungnya. Kabar baiknya, dokter menyarankan agar ia membiarkan pecahan tersebut keluar secara alami melalui sistem pencernaan, sambil tetap waspada terhadap tanda-tanda pendarahan internal.
Baca Juga: Benarkah Minum dengan Sedotan Bikin Kulit Cepat Keriput? Ini Faktanya
Setelah kembali ke rumah, O’Brien yang sebelumnya sering mempromosikan sedotan kaca tersebut kepada pengikutnya, kini menyatakan tidak akan lagi memberikan rekomendasi produk tersebut.
“Saya tidak lagi mendukung penggunaan mereka dan sedang berusaha menghapus video asli yang mempromosikan produk tersebut di TikTok Shop,” ujarnya.
Menanggapi hal ini, presiden terpilih dari American College of Emergency Physicians (ACEP), dr Ryan Stanton, mengatakan, masalah utama bukan pada bahan kacanya secara umum, melainkan pada ketipisan struktur sedotan tersebut.
“Sama seperti instrumen kaca lainnya, entah itu gelas atau mangkuk, Anda mungkin perlu menyadari kondisi kaca tersebut,” kata Stanton dikutip dari laman HuffPost pada Sabtu (3/1/2026).
Ia mengatakan sedotan cenderung memiliki struktur kaca yang relatif tipis.
“Di rumah, sedotan sering kali saling beradu di dalam mesin pencuci piring atau di dalam laci. Jadi, bukan hal yang aneh jika salah satunya pecah atau menjadi lebih berbahaya karena terkelupas (somplak),” ujarnya.
Dokter Stanton mengatakan bagian yang terkelupas atau retak tipis justru lebih berbahaya karena sering kali tidak terlihat secara kasat mata. Pengguna mungkin tidak menyadari sedotan telah rusak sampai mereka sudah memasukkannya ke dalam mulut, persis seperti yang dialami oleh O’Brien.
Baca Juga: Apakah Sedotan Kertas Ramah Lingkungan? Ini Penjelasannya
Tips aman mengggunakan sedotan reusable
Meski tidak ada lonjakan data cedera massal terkait sedotan, data menunjukkan bahwa sekitar 1.000 warga di Amerika Serikat mengunjungi unit gawat darurat setiap tahunnya karena cedera terkait sedotan dari berbagai jenis bahan. “Bagi saya, dua risiko tertinggi adalah sedotan logam dan sedotan kaca,” kata dr Stanton.
Ia mencatat bahwa sedotan logam berisiko melukai mulut, sementara sedotan kaca memiliki potensi pecah dan menyebabkan luka robek atau tertelan. Lantas, apakah kita harus membuang semua sedotan kaca kita? Tidak perlu seekstrem itu, asalkan Anda ekstra teliti. Berikut adalah panduan keamanan dari dr Stanton:
1. Rutin periksa
Setiap kali akan digunakan, periksa seluruh permukaan sedotan. Pastikan tidak ada tepi yang tajam, retakan halus, atau bagian yang somplak.
2. Gunakan pembersih yang tepat
Gunakan sikat pembersih khusus sedotan dengan ukuran yang pas. Jangan dipaksa jika sikat terlalu besar karena bisa menciptakan retakan baru.
3. Jangan sayang membuang barang rusak
“Jika ada kerusakan atau kekhawatiran yang terlihat, buang saja,” kata dr Stanton.
Jangan gunakan barang yang memiliki kerusakan sekecil apa pun, karena pada material kaca, retakan kecil hanyalah awal dari kegagalan total seluruh perangkat.
Kesimpulannya, menggunakan sedotan kaca memang baik untuk lingkungan, tetapi keselamatan diri tetap menjadi prioritas utama.
“Jika Anda menggunakan sedotan kaca, bagus untuk Anda. Pastikan saja memeriksanya, pastikan masih utuh sepenuhnya karena retakan sekecil apa pun bisa cukup tajam untuk melukai bibir, mulut, dan lidah,” kata dia. rplbk

