Pemkot Surabaya Pastikan Pemindahan RPH Pegirian ke TOW Dilakukan Maret Usai Lebaran
Surabaya, Nawacita | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan rencana pemindahan Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian tetap dilaksanakan sebagai bagian dari program penataan kawasan religi Ampel yang telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sejak 2016.
Walikota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, program pemindahan RPH seharusnya dilaksanakan pada 2019, namun tertunda akibat pandemi COVID-19. Saat itu, pemindahan baru dilakukan untuk RPH babi, sementara pemotongan sapi menyusul setelah kondisi memungkinkan.
“RPH ini adalah kegiatan tahun 2016, sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengahnya Kota Surabaya. Ini harusnya dijalankan di tahun 2019 tapi pada waktu itu ada kendala COVID. Sehingga yang kita pindah dulu adalah terkait dengan babi, setelah itu baru sapi,” ujar Eri, Kamis (15/1/2026).
Baca Juga: Ratusan Jagal dan Pedagang RPH Pegirian Kembali Geruduk Balai Kota
Ia menambahkan, pemindahan RPH sapi direncanakan akan dilakukan pada Maret 2026 atau setelah Hari Raya Idul Fitri. Hal tersebut dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya oleh Pemkot Surabaya.
“Jadi insya Allah ini akan kita lakukan di bulan Maret, setelah lebaran kita pindah,” katanya.
Meski mendapat penolakan dari sebagian pelaku usaha jagal sapi, Eri menegaskan bahwa pemerintah kota tetap menjalankan kebijakan tersebut karena merupakan bagian dari rencana pembangunan jangka menengah daerah, utamanya dalam penataan kota di wilayah tersebut.
“Kita sudah lakukan diskusi dan komunikasi. Tapi mereka mengatakan jangan dipindah, tidak bisa. Karena ini adalah rencana pembangunan menengahnya pemerintah kota, di mana kami akan melakukan penataan kawasan Ampel,” jelasnya.
Menurut Eri, lahan bekas RPH Pegirian akan dimanfaatkan sebagai area parkir terintegrasi guna mengatasi persoalan kemacetan dan parkir liar di kawasan religi Ampel.
“Tempat itu akan dijadikan tempat parkir, sehingga tidak ada lagi parkir di jalan. Semuanya akan masuk ke dalam, jadi konsepnya ini terintegrasi,” paparnya.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan para pelaku usaha yang terdampak akibat pemindahan RPH ke lokasi baru.
“Sehingga kalau nanti ada pemindahan di sana, kebutuhan apa, ya kita akan jalankan, kita akan penuhi,” pungkas Eri.
Reporter : Rovallgio



