Sri Untari Tekankan Pentingnya SLB Negeri dan Akses Kerja bagi Penyandang Disabilitas
SURABAYA, Nawacita – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, menegaskan pentingnya perhatian serius pemerintah terhadap pendidikan dan masa depan penyandang disabilitas, seiring peresmian SLB B Negeri Karya Mulia Surabaya, Senin (5/1/2026).
Sri Untari menyebut, kehadiran SLB negeri di Surabaya menjadi momentum penting, mengingat ini merupakan SLB negeri pertama milik Pemprov Jatim yang berada di ibu kota provinsi.
Padahal, berdasarkan data Koalisi Difabel Jawa Timur, jumlah penyandang disabilitas di Jatim telah mencapai sekitar 6 juta jiwa atau hampir 13 persen dari total penduduk.
“Ini bukan angka kecil. Artinya, negara harus benar-benar hadir menyiapkan pendidikan dan masa depan mereka,” tegas Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim itu.
Baca Juga: Resolusi Fraksi PKB DPRD Jatim di 2026, Kemiskinan, Kesehatan, Pendidikan dan Lingkungan Hidup
Ia mendorong agar idealnya setiap kabupaten/kota di Jawa Timur memiliki minimal satu SLB negeri. Menurutnya, kehadiran sekolah negeri penting untuk menjamin keberlanjutan layanan pendidikan, di samping tetap mendukung SLB swasta yang masih kuat dan berkontribusi.
Selain pendidikan, Sri Untari juga menyoroti rendahnya partisipasi penyandang disabilitas dalam dunia kerja. Meski pemerintah telah menyiapkan hingga 100 ribu peluang kerja, realisasinya belum mencapai dua persen. Ia menilai, persoalan akses dan informasi masih menjadi kendala utama.
“Ini soal aksesibilitas. Informasi peluang kerja sering kali tidak sampai. Kita akan bantu lewat jalur dan peran masing-masing agar saudara-saudara difabel bisa masuk ruang publik dan dunia kerja,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sri Untari memastikan DPRD Jatim tengah menyiapkan pembaruan Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Disabilitas yang ditargetkan rampung pada 2026. Perda lama yang terbit pada 2016 dinilai sudah tidak relevan dengan kebijakan nasional terbaru.
“Salah satu poin penting adalah kewajiban minimal satu persen tenaga kerja disabilitas di sektor negeri maupun swasta. Ini peluang besar, apalagi banyak difabel yang unggul di bidang IT dan bisa bekerja secara fleksibel,” pungkasnya. (Al)



