Saturday, February 14, 2026

Peringati Hari Santri, Khusnul Khotimah Tekankan Pentingnya Mengaplikasikan Pancasila dan Moderasi Beragama

Peringati Hari Santri, Khusnul Khotimah Tekankan Pentingnya Mengaplikasikan Pancasila dan Moderasi Beragama

SURABAYA, Nawacita – Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Khusnul Khotimah, menyampaikan pentingnya mengaplikasikan Pancasila dan moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat.

“Pancasila dan moderasi beragama ini tentu saling berkaitan di era percepatan perubahan peradaban yang cukup pesat ini,” ucap Khusnul Khotimah, Rabu (22/10/2025).

Dalam rangka Hari Santri yang jatuh tepat pada hari ini, Rabu 22 Oktober, Khusnul juga menekankan pentingnya mengamalkan nilai Pancasila dalam menghadapi tantangan perkembangan jaman.

- Advertisement -

“Momentum yang pas karena hari ini ialah hari santri yang saya kira memang tema hari santri itu ‘Mengawal Indonesia merdeka, menuju peradaban dunia’ tentu membutuhkan kerjasama, kerukunan, kebersamaan yang terus kita jaga dalam rangka menyongsong peradaban dunia yang saat ini kita dituntut untuk bisa bijak dan terus memperkuat kearifan lokal dan toleransi itu bisa terjadi,” ujarnya.

Baca Juga: Hari Santri, Ketua FPP Kota Bandung Sebut Perda Pesantren Jadi Dukungan Dari Pemkot

Sebagai salah satu pengurus Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), Khusnul Khotimah, juga menegaskan dalam memperingati Hari Santri, seluruh masyarakat juga harus menyadari pentingnya mensyukuri ideologi Pancasila, yang mampu menjadi pemersatu bangsa.

“Kita bersyukur punya ideologi Pancasila yang memang harus kita jaga, karena prinsip-prinsip Pancasila itu tentu kemudian menjadi pilar dari segala pilar terutama bagaimana kemudian ideologi bangsa ini terus terjaga dan selaras dengan moderasi beragama bagaimanapun kalau ngomong Pancasila dan konsep moderasi beragama itu saling berkaitan,” ungkapnya.

“Kemudian tidak lagi membicarakan ras, agama tidak lagi bicara budaya. Kita memiliki hak yang sama, dan kemudian bagaimana kita menjaga, memperkuat penerapan moderasi beragama, itulah yang saat ini sedang kita laksanakan,” imbuhnya.

Penetapan Hari Santri didasarkan pada peristiwa Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 oleh pendiri Nahdlatul Ulama (NU), K.H. Hasyim Asy’ari.

Hingga akhirnya pada 15 Oktober 2015, Presiden Joko Widodo menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015.

Peringatan Hari Santri merupakan momentum mengenang, serta menghormati peran penting santri dan pesantren yang turut serta berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Reporter : Rovallgio

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru