Bandung, Nawacita – Anggota Komisi I DPRD Kota Bandung, Ahmad Rahmat Purnama meminta keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) dalam program pengelolaan sampah khususnya program Kawasan Bebas Sampah (KBS).
Ahmad juga meminta agar program yang dilaksanakan langsung oleh masyarakat itu ditunjang dengan sarana prasarana dan upaya dukungan lainnya. Hal itu dikarenakan program KBS dinilai menjadi salah satu program yang cukup ideal dalam mengelola sampah dari hulu.
“Yang ideal memang masalah KBS ini adalah hal yang ideal, karena menyelesaikan sampah ini dari hulu,” jelasnya, Selasa (7/1/2025).
Menurut Ahmad, masyarakat yang turut serta dalam program KBS seharusnya didukung dan ditunjang dengan sarana prasarana yang optimal serta unsur pendukung lainnya seperti ritase pembuangan sampah yang ditambah.
“Tapi memang ini harus betul-betul didorong masyarakat untuk bisa menjalankan itu dan bukan hanya mendorong, tapi juga harus didukung sarana-prasarananya, proses dan sebagainya, termasuk ritasenya,”tegasnya.
Baca Juga: DPRD Bandung Tegaskan Pemerintah Bisa Selesaikan Masalah Sampah di Kawasan Berpengelola
Ditanya soal stagnasi progres pengelolaan sampah di Kota Bandung, Ahmad meminta agar pemerintah bisa lebih serius dalam menyelesaikan masalah sampah.
“Masalah sampah, ya ini harus pemerintah memang harus betul-betul memiliki keinginan kuat untuk menyelesaikan, apapun caranya yang dilakukan. Mulai dari birokrasinya, mulai dari instansinya, termasuk juga di masyarakatnya ya didorong, termasuk kami juga dari DPRD terus mendorong untuk melakukan itu,” papar Ahmad.
Pihaknya juga menyoroti jatah ritase pembuangan sampah Kota Bandung ke TPA Sarimukti yang dibatasi.
Hal itu dinilai jadi salah satu penghambat dalam pengelolaan sampah. Seharusnya, jatah ritase pembuangan sampah di Kota Bandung bisa ditambah mengingat untuk mengangkut semua sampah dalam satu hari membutuhkan 170 ritase. Sementara, jumlah ritase yang dimiliki saat ini hanya 140 ritase.
“Di dorong juga, makanya kita terus juga mendorong pada walikotanya untuk ritaseya itu juga tetap (ditambah) jangan 140 ritase,” tandas Ahmad.
Reporter : Niko

