Sunday, February 15, 2026

Cegah Pneumonia Pemkot Surabaya Tingkatkan Vaksinasi dan Skrining Kesehatan

Cegah Pneumonia Pemkot Surabaya Tingkatkan Vaksinasi dan Skrining Kesehatan

Surabaya, Nawacita | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya meningkatkan akses vaksinasi dan skrining kesehatan dalam mencegah penyakit Pneumonia di Kota Surabaya.

Selain itu Pemkot Surabaya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan instansi terkait mengenai pengawasan di pelabuhan dan bandara.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, deteksi dini Pneumonia juga dilakukan pada balita melalui pemeriksaan kesehatan setiap tahun di Puskesmas, yakni sebagai program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular.

- Advertisement -

“Dinkes Surabaya juga terus melakukan skrining kesehatan terintegrasi sejak tahun 2024, dan terintegrasi dengan pengendalian penyakit tidak menular maupun menular, serta program kesehatan lainnya,” ucap Nanik.

Harapannya dengan pendekatan deteksi dini, pencegahan dan penanganan masalah kesehatan dapat diatasi secara maksimal.

Dinkes Surabaya rutin menggelar sosialisasi deteksi dini Pneumonia pada balita dan orang tua balita di Posyandu. Kemudian, sosialisasi pentingnya ASI eksklusif dan nutrisi yang baik bagi balita, dan sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Baca Juga: Pemkot Surabaya dan Poktan Pajero Manfaatkan Bozem Untuk Pertanian dan Budidaya Ikan

“Integrasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan, menjamin cakupan yang lebih luas, dan memberikan pelayanan yang komprehensif kepada masyarakat,” ujarnya.

“Berdasarkan data laporan Fasyankes di Kota Surabaya, tren 3 data pelaporan tahunan menunjukkan adanya penurunan sebesar 7,6 persen,” imbuhnya.

Nanik menyebut, faktor-faktor seperti polusi udara, infeksi virus, dan perilaku hidup masyarakat tetap berkontribusi terhadap kejadian Pneumonia di Kota Surabaya. Oleh karena itu, upaya pencegahan seperti vaksinasi, edukasi kesehatan, dan pengawasan kualitas udara penting dilakukan secara terintegrasi untuk mengurangi faktor risiko dan kejadian kasus Pneumonia di masyarakat.

“Beberapa faktor penyebab Pneumonia, antara lain infeksi bakteri, infeksi jamur, infeksi virus, faktor lingkungan, faktor komorbiditas, faktor usia, dan sistem imun yang lemah,” ungkap Nanik.

Pneumonia memiliki ciri-ciri yang dapat diketahui orang awam diantaranya batuk yang mungkin disertai dahak, yang bisa berwarna kuning, hijau, atau bahkan berdarah. Lalu sesak nafas, kesulitan nafas atau nafas yang cepat dan dangkal.

“Kemudian demam disertai dengan musim dingin. Nyeri dada atau rasa tidak nyaman di dada, terutama saat bernapas dalam-dalam atau batuk. Kelelahan yang berlebihan dan kurang energi, dan gejala flu seperti pilek, sakit tenggorokan, dan nyeri tubuh yang umum terjadi pada infeksi saluran pernapasan atas,” jelasnya.

Masyarakat pun diimbau dapat mengenali Pneumonia pada balita dengan menghitung frekuensi pernapasan balita yang batuk atau mengalami kesukaran pernapasan yang terjadi kurang dari 2 minggu. Jika terjadi pernapasan cepat maka waspadalah terhadap Pneumonia.

Kriteria napas cepat antara balita lain usia 0 – >2 bulan dengan napas 60x/menit atau lebih. ⁠Balita usia 2 – >12 bulan dengan napas 50x/menit atau lebih. Serta balita usia 12 – 59 bulan dengan pernapasan 40x/menit atau lebih.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Alokasikan Anggaran Makan Bergizi Gratis Untuk Pembangunan Sekolah

“Apabila ditemui adanya balita yang mengalami napas cepat, segera periksakannya ke layanan kesehatan terdekat,” terangnya.

Masyarakat dewasa juga dihimbau apabila memiliki penyakit batuk yang selama 2 Minggu untuk memeriksakan diri di layanan kesehatan.

Dinkes Surabaya tekah bekerja sama dengan Dinkes Provinsi Jawa Timur, serta Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Surabaya, baik di bandara maupun di pelabuhan untuk meminimalisir penyakit menular, termasuk Pneumonia atau penyakit lainnya yang berpotensi dibawa oleh pelaku perjalanan internasional.

“Kami melakukan pemeriksaan kesehatan di pintu masuk negara, baik di bandar pelabuhan maupun bandara udara. Melakukan pemantauan dan pelacakan kontak, memberikan edukasi dan sosialisasi, pelaksanaan respon cepat terhadap potensi wabah, melakukan pertukaran data dan informasi penyakit potensial wabah maupun data kontak, serta memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas,” tegasnya.

Meski demikian, ia menambahkan bahwa BPJS Kesehatan memberikan jaminan pelayanan kesehatan untuk berbagai penyakit.

“Termasuk Pneumonia yang tergolong dalam penyakit serius dan memerlukan penanganan medis. Tergantung pada jenis perawatan,” pungkasnya.

Reporter: Gio

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru