Sunday, February 15, 2026

BPJS Ketenagakerjaan & ILO Bahas Perlindungan Pekerja Ditengah Krisis Ekonomi Global

BPJS Ketenagakerjaan & ILO Bahas Perlindungan Pekerja Ditengah Krisis Ekonomi Global

Jakarta, Nawacita – BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) bersama International Labour Organization (ILO) menggelar Asia Expert Roundtable on Unemployment Protection, forum internasional yang melibatkan 15 negara Asia untuk berbagi praktik terbaik dalam penyelenggaraan program perlindungan pengangguran.

Forum ini berfokus pada perlindungan pekerja di tengah krisis ekonomi global dan perubahan teknologi. Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor Leste, Simrin Singh menekankan pentingnya skema perlindungan pengangguran sebagai alat kunci mencegah kemiskinan dan membangun ketahanan ekonomi.

Menurut Simrin, sistem ini juga telah terbukti efektif memberikan dukungan bagi pekerja yang terdampak oleh inovasi teknologi dan perubahan iklim. Ia juga mencatat, dalam 2 dekade terakhir, semakin banyak negara Asia yang membangun skema perlindungan pengangguran dan menghubungkan layanan ketenagakerjaan dengan pelatihan kejuruan.

- Advertisement -

“Sistem perlindungan sosial melindungi yang paling rentan, dan kita belajar banyak dari krisis Covid-19 yang membuat banyak pekerja kehilangan pekerjaan mereka,” ujar Simrin, baru-baru ini.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo Sosialisasikan Aplikasi JMO & Program MLT

Ia juga menyoroti tren peningkatan cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan di Asia yang naik dari 9% menjadi 13% pada tahun 2023.
Di Indonesia, pemerintah telah menjalankan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) melalui BPJS Ketenagakerjaan sejak 2021.

Program ini bertujuan untuk memastikan pekerja yang kehilangan pekerjaan tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup mereka seraya mencari pekerjaan baru. Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahy menyambut baik forum ini dan berharap dapat menghasilkan rekomendasi yang memperkuat program JKP.

“Menjadi tuan rumah forum internasional ini adalah kebanggaan bagi kami. Dengan berdiskusi dan berbagi pengalaman, kita dapat memperbaiki kualitas perlindungan sosial di seluruh Asia,” ungkap Anggoro.

Ia juga menambahkan, forum ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Social Security Summit yang akan diadakan pada November mendatang.
Anggoro menyoroti tren peningkatan klaim JKP setiap tahun, sebagai dampak dari ketidakpastian ekonomi global.

Ia juga menegaskan, penguatan jaminan sosial, khususnya untuk kelas menengah, menjadi upaya penting dalam menghadapi tantangan ekonomi yang mengancam visi Indonesia Emas 2045. Sejak program JKP dibayarkan pada tahun 2022, BPJS Ketenagakerjaan telah memberikan manfaat kepada lebih dari 100 ribu pekerja dengan nilai mencapai Rp675 miliar.

Dengan optimisme, Anggoro menutup sambutannya, “Semoga forum ini memberi inspirasi untuk meningkatkan jaminan sosial di setiap negara, sehingga pekerja di seluruh Asia bisa bekerja keras tanpa rasa cemas.” tandasnya.

Terpisah, Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jatim, Hadi Purnomo menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, ini salah satu langkah untuk meningkatkan komitmen bersama dari seluruh pihak yang bertanggung jawab pada penguatan jaminan sosial di masyarakat.

“Tentunya kolaborasi dengan seluruh stakeholders akan kami lakukan dalam memastikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di masyarakat, khususnya di Wilayah Jatim ini,” tutup Hadi.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru