Monday, February 9, 2026

Komisi B DPRD Surabaya Tinjau Aset Tukar Guling di Lidah Kulon

Komisi B DPRD Surabaya Tinjau Aset Tukar Guling di Lidah Kulon

Surabaya, Nawacita  – Komisi B DPRD Kota Surabaya melakukan peninjauan terhadap lokasi aset yang akan ditukar antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan PT Mutiara Cemerlang Abadi dan PT Surya Mutiara Indah di Lidah Kulon.

Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, pada Selasa (16/7) menyampaikan bahwa ia telah meninjau kedua aset tersebut dengan cermat. “Dari hasil evaluasi di lapangan, kami telah memberikan masukan kepada dinas terkait,” ujar Anas. Peninjauan ini juga dihadiri oleh pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN), tim appraisal, serta Kejaksaan.

“Kita akan membahas lebih lanjut dalam pansus lanjutan besok untuk memetakan kedua aset tersebut. Dengan begitu, nanti kita dapat menunjukkan peta aset dan membahas langkah selanjutnya,” tambah Anas.

- Advertisement -

Dari hasil peninjauan dan evaluasi tersebut, Anas Karno menekankan pentingnya verifikasi fisik di lapangan. “Hal itu sangat penting untuk memastikan bahwa data peta yang ada telah sesuai dengan kondisi di lapangan, sebab kalau hanya membahas di kantor tanpa survei itu mustahil. Jadi verifikasi antara data dan kondisi fisik itu sangat penting,” ungkap Anas.

Baca Juga :  Komisi B Dorong Pelaku UMKM Segera Miliki Sertifikat Halal

Anas mencatat beberapa temuan penting dari hasil peninjauan tersebut. “Ada beberapa patok yang seharusnya ada dua, namun hanya satu. Selain itu, lahan milik Pemerintah Kota harus diberi pagar dan papan nama agar terdata dengan baik,” jelasnya.

“Kami juga menemukan beberapa lahan yang masih dalam proses pansus, jadi tidak boleh dilakukan pengurukan dulu,” tambah Anas karno

Mengenai nilai aset, Anas menyatakan bahwa Pemkot telah menunjuk appraisal yang terpercaya, namun pihaknya akan tetap melakukan diskusi lebih lanjut terkait kelayakan dan harga tersebut. “Jika perlu, kita akan mencari appraisal lain sebagai pembanding,” tuturnya.

Karena masalah lahan sangat sensitif, Anas menegaskan pentingnya komunikasi yang baik dari semua pihak terkait masalah ini. “Yang tidak kalah penting, ke depan aset ini akan digunakan untuk pendidikan. Semoga saja ada peruntukan untuk wilayah Surabaya Barat,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru