Friday, May 8, 2026

Banyak Alih Fungsi Lahan, Gajah Sumatera Masuk Perkebunan Warga

Banyak Alih Fungsi Lahan, Gajah Sumatera Masuk Perkebunan Warga

Jakarta, Nawacita | Fenomena gajah Sumatera masuk perkebunan warga untuk cari makan dikarenakan banyak alih fungsi lahan. Belakangan sering terjadinya kawanan gajah yang merusak perkebunan dan rumah warga.

Banyaknya hutan berubah fungsi menjadi perkebunan dan permukiman berdampak pada kawasan habitat bagi satwa gajah sumatera menjelajah sehingga untuk mencari pakan sangat terbatas. Hal itu dikatakan Koordinator Umum Forum Konservasi Satwa Liar Indonesia (FOKSI) Tony Sumampau.

“Sehingga sering sekali gajah harus memasuki perkebunan masyarakat untuk mendapatkan pakan,” kata Tony.

Baca Juga: Viral, Video Penampakan Seram Kampung Gajah

Tony melihat kondisi perubahan fungsi hutan dimaksud adalah salah satu faktor yang membuat satwa endemik itu kesulitan mendapatkan pakan di habitat alamnya.

“Jika ada kondisi seperti itu, dengan demikian konflik antara gajah dengan manusia tidak dapat dihindari,” katanya.

Pada awal Juli 2022, kawanan gajah liar dilaporkan merusak rumah dan perkebunan warga di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

Gajah Sumatera
Gajah Sumatera

Tony Sumampau, yang juga Sekjen Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) itu mengemukakan bahwa kelompok gajah sumatera umumnya terdiri atas 8-15 ekor gajah.

Satwa gajah dipimpin oleh gajah betina yang tua, beberapa ekor jantan sisanya gajah betina dan anak-anak gajah sampai remaja.

Gajah remaja jantan yang menjelang dewasa akan diusir dari kelompoknya untuk menghindari perkawinan sesama keluarga di satu kelompok.

Baca Juga: Menteri ATR Hadi Tjahjanto Prioritaskan Sengketa Tanah Hingga Urusan Lahan IKN

“Apabila kelompok gajah memasuki kawasan perkebunan pisang, jagung, padi dan sawit masyarakat, dalam semalam saja mereka dapat meratakan 10 hingga 20 hektare kebun masyarakat, sehingga kita dapat membayangkan betapa besar kerugian yang akan diderita masyarakat,” katanya.

Meskipun demikian, menurut dia, lahan yang digunakan oleh masyarakat untuk berkebun pada dasarnya adalah hutan, yang memang menjadi habitat gajah sebelumnya di mana mereka mendapatkan pakan berupa rumput, semak belukar dan dedaunan dari pohon pohon yang berada di hutan tersebut.

Dengan demikian perubahan fungsi hutan menjadi perkebunan akan mengurangi ruang jelajah untuk gajah mendapatkan pakan.

“Sejauh habitat mereka tidak terganggu, kawanan kelompok gajah akan menjelajah dari satu daerah ke daerah lain secara rutin untuk mendapatkan pakan,” katanya. sra

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru