Daftar Kriteria Fasilitas KRIS Pengganti Kelas 1,2,3 BPJS Kesehatan

Daftar Kriteria Fasilitas KRIS
Daftar Kriteria Fasilitas KRIS Pengganti Kelas 1,2,3 BPJS Kesehatan
top banner

Daftar Kriteria Fasilitas KRIS Pengganti Kelas 1,2,3 BPJS Kesehatan

JAKARTA, Nawacita – Daftar Kriteria Fasilitas KRIS, Pemerintah akan menerapkan sistem Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), pengganti kelas 1,2,3 yang selama ini berlaku di BPJS Kesehatan. KRIS memiliki 12 kriteria wajib yang harus dipenuhi.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), dr. Mohammad Syahril menegaskan kriteria tersebut ditujukan untuk menunjang kenyamanan pasien yang dirawat di rumah sakit. Misalnya mengenai jumlah tempat tidur, maksimal 4.

“Maksimal hanya boleh empat bed (tempat tidur). Lalu, antara satu bed dan bed lainnya harus berjarak 1,5 meter,” kata dr. Syahril di Kantor Kemenkes RI, Jakarta, dikutip Kamis (16/5/2024).

dr. Syahril menegaskan bahwa pengurangan jumlah tempat tidur dalam satu kamar ini bukan berarti rumah sakit mengurangi jumlah ketersediaan tempat tidur. Ia mengatakan, tempat tidur yang dikurangi di dalam satu ruangan dapat dipindahkan ke ruangan lainnya, baik ruangan lama atau baru sehingga jumlah tempat tidur akan tetap sama.

“Ruangan lama di-setting lagi. Contohnya, dalam satu ruangan awalnya ada enam bed, jadi empat. Nah, sisa duanya dipindahkan ke tempat lain,” jelas dr. Syahril.

“Memang ada biaya yang harus dilakukan rumah sakit, tapi itu konsekuensi bisnis dan kewajiban,” lanjutnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi sebut BPJS Kesehatan Layanannya Bagus, Tapi Antreannya Harus Dibenahi

Selain satu kamar diisi maksimal empat tempat tidur, dr. Syahril juga mengungkapkan bahwa tabung oksigen dan bel untuk memanggil tenaga kesehatan (nurse call) wajib disediakan rumah sakit untuk masing-masing tempat tidur.

Daftar Kriteria Fasilitas KRIS
Daftar Kriteria Fasilitas KRIS Pengganti Kelas 1,2,3 BPJS Kesehatan.

“Oksigen, kemudian bel harus satu-satu. Kamar mandi juga harus di dalam karena, kan, di beberapa rumah sakit [kamar mandi] kelas tiganya masih di luar,” ujar dr. Syahril.

Selain terkait jumlah maksimal tempat tidur dalam satu kamar, ketersediaan nurse call serta tabung oksigen, dan letak kamar mandi, dr. Syahril juga menyebut bahwa setiap kamar KRIS wajib memiliki ventilasi udara dan pencahayaan ruangan yang baik serta menggunakan pendingin ruangan (AC).

“Ada temperatur ruangan juga diatur idealnya pakai AC,” kata dr. Syahril.

Berkaitan dengan penerapan KRIS, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2024 telah mengatur 12 persyaratan mengenai fasilitas ruang perawatan pada pelayanan rawat inap berdasarkan KRIS. Hal ini tertuang dalam Pasal 46 A Ayat 1.

1. Komponen bangunan yang digunakan tidak memiliki tingkat porositas yang tinggi.
2. Ventilasi udara memenuhi pertukaran udara pada ruang perawatan biasa minimal 6 (enam) kali pergantian udara per jam.
3. Pencahayaan ruangan buatan mengikuti kriteria standar 250 lux untuk penerangan dan 50 lux untuk pencahayaan tidur.
4. Kelengkapan tempat tidur berupa adanya 2 (dua) kotak kontak dan nurse call pada setiap tempat tidur.
5. Adanya nakes per tempat tidur.
6. Dapat mempertahankan suhu ruangan mulai 20 sampai 26 derajat celcius.
7. Ruangan telah terbagi atas jenis kelamin, usia, dan jenis penyakit (infeksi dan non infeksi).
8. Kepadatan ruang rawat inap maksimal 4 (empat) tempat tidur, dengan jarak antar tepi tempat tidur minimal 1,5 meter.
9. Tirai/partisi dengan rel dibenamkan menempel di plafon atau menggantung.
10. Kamar mandi dalam ruang rawat inap.
11. Kamar mandi sesuai dengan standar aksesibilitas.
12. Outlet oksigen.

cnbnws.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here