Menjelajahi Sejarah Surabaya Lewat Ludruk di Night At The Museum

top banner

Surabaya – Nawacita.co, Masyarakat tengah asyik menonton sejarah Kota Surabaya dengan kesenian Ludruk asli Surabaya di Tugu Pahlawan. Pada acara yang tengah diselenggarakan Night At The Museum Surabaya pada hari Sabtu, (11/5/2024).

Acara tersebut buka pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB, pada malam kemarin pengunjung yang datang ke Tugu Pahlawan mencapai 5.300 lebih orang memadati taman tersebut. Hingga dari pintu masuk pembelian tiket antrian panjang masyarakat yang ingin masuk melihat acara tersebut.

Dengan HTM tiket masuk ke Tugu Pahlawan per-orang IDR 5000, dan tidak hanya ke Tugu Pahlawan saja, pengunjung juga bisa mengunjungi Museum 10 November dengan HTM museum untuk umum IDR 8000, pelajar luar Surabaya IDR 3000, dan Pelajar Surabaya gratis.

Sembari menikmati tampilan-tampilan hiburan yang disajikan diatas panggung, pengunjung juga dapat menikmati jajanan tradisional di pinggiran taman yang melingkar. Menikmati live musik, Nonton Bareng (Nobar) dan melihat penampilan Ludruk kesenian khas Surabaya sembari lesehan.

Acara tersebut juga kedatangan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang kerap di sapa Cak cak e arek Surabaya Cak Eri. Kedatangan Cak Eri di khususkan juga ingin nonton bareng Ludruk bersama warga yang hadir di Tugu Pahlawan.

“Warga sangat antusias dengan penampilan Ludruk, tapi masyarakat masih belum peka terhadap sejarah Surabaya. Jadi kesenian Ludruk ini kita gabungkan dengan cerita sejarah Surabaya,” Jelas Eri.

Pada penampilan kesenian Ludruk kemarin, menceritakan tentang Hoejong Galoeh yaitu momen ketika tentara mongol datang menginjak di ujung tanah Majapahit yang Sekarang menjadi Kota Surabaya. Dan bukti serajarah perangnya prajurit Majapahit dengan tentara Mongol untuk mempertahankan Tanah nenek moyang.

Peristiwa tersebutlah lahirnya kota Surabaya pada 31 Mei 1293, dan Kota Surabaya sekarang telah berumur 731 Tahun. Bukti akan adanya sejarah berdirinya Kota Surabaya tersebut ditampilkan secara apik dan menghibur penonton.

Eri Cahyadi juga menambahkan bahwa akan mengadakan kegiatan seperti ini sebulan sekali di hari Sabtu malam Minggu untuk warganya. Agar semakin lestari sejarah Surabaya dikalangan masyarakat Surabaya sendiri tentunya.

“Karena banyak warga yang belum peka terhadap sejarah Surabaya, saya akan IsyaAllah mengupayakan acara seperti ini akan dilakukan rutin. Agar warga Surabaya mengenal sesungguhnya perjuangan nenek moyang kita,” Tambah Eri.

Selain itu, tidak hanya penampilan Ludruk saja yang di hadirikan. Namun juga live musik, diputarkan film tokoh-tokoh pahlawan Surabaya, hingga quis-quis berhadiah yang menghibur penonton.

Acara Night At The Museum Surabaya ini diselenggarakan dua hari, dari hari Sabtu tanggal 11 Mei 2024 hingga Minggu, 12 Mei 2024. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan merayakan Hari Jadi Kota Surabaya yang ke 731 tahun. (Al)

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here