Video Viral Pejabat Kemenhub Ajak YouTuber Korea ke Hotel, Berikut Kronologinya

Video Viral Pejabat Kemenhub Ajak YouTuber Korea
Video Viral Pejabat Kemenhub Ajak YouTuber Korea ke Hotel, Berikut Kronologinya
top banner

Video Viral Pejabat Kemenhub Ajak YouTuber Korea ke Hotel, Berikut Kronologinya

JAKARTA, Nawacita – Video Viral Pejabat Kemenhub Ajak YouTuber Korea ke Hotel, Beredar sebuah video yang menunjukkan interaksi antara pria berkepala botak dengan perempuan asal Korea Selatan.

Dari video viral tersebut, pria botak tampak menggoda perempuan Korea Selatan dan mengajaknya ke hotel. Background video terlihat diambil di sebuah tempat makan. Adapun perempuan Korea Selatan itu diketahui merupakan seorang YouTuber.

Ia sedang makan sendirian dan dihampiri pengunjung berkepala botak di dekatnya. Obrolan berlangsung dengan suasana canggung. Mula-mula pria berkepala botak menanyakan tujuan YouTuber Korea Selatan itu datang ke Indonesia, tepatnya di Manado.

Lalu, sampai pada topik ia mengajak sang YouTuber ke hotel. Sontak permintaan itu ditolak mentah-mentah. Setelah viral di mana-mana, identitas pria berkepala botak lantas terkuak. Ia diduga bekerja di instansi di bawah Kementerian Perhubungan.

Baca Juga: Viral Jemaah Aolia Mengaku Telepon Allah Tetapkan Lebaran, Ini Tanggapan PBNU

Jubir Kemenhub Adita Irawati buka suara soal peristiwa tersebut. Dia membenarkan sosok pria botak tersebut merupakan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Sangia Nibandera Kolaka, Sulawesi Tenggara.

“Memang benar yang bersangkutan Asri Damuna, Kepala Kantor UPB Sangia Nibandera Kolaka,” kata Adita, Sabtu (11/5/2024).

Video Viral Pejabat Kemenhub Ajak YouTuber Korea
Video Viral Pejabat Kemenhub Ajak YouTuber Korea ke Hotel, Berikut Kronologinya.

“Yang bersangkutan telah dibebastugaskan guna memudahkan penyelidikan dan tindakan lebih lanjut,” kata Adita

Pembebastugasan ini dilakukan Kemenhub guna memudahkan penyelidikan lebih lanjut terkait video Asri yang tengah viral itu. Jika terbukti bersalah, yang bersangkutan akan diberikan sanksi tegas. Saat ini Asri masih dalam proses penyelidikan oleh pihak internal Kemenhub.

“Jika terbukti benar, maka artinya yang bersangkutan tidak dapat menjaga marwah sebagai Aparatur Sipil Negara. Kemungkinan akan ada sanksi internal terkait hal tersebut,” Adita menjelaskan.

Adita berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Dia meminta seluruh ASN, khususnya yang berada di bawah Kemenhub menjaga marwah dan etika baik sebagai pegawai pemerintah.

cnbnws.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here