Transaksi ShopeeFood dan GrabFood Melejit, GoFood Malah Turun

Shopee Food - Istimewa
top banner

Transaksi pesan-antar makanan di Asia Tenggara tahun lalu US$ 17,1 miliar atau naik 5% secara tahunan alias year on year (yoy).

Surabaya, nawacita– Transaksi ShopeeFood dan GrabFood pada 2023 naik dibandingkan 2022 di Indonesia. Sementara itu, pemesanan GoFood turun. Momentum Works merilis laporan bertajuk ‘Food Delivery Platforms in Southeast Asia 2023’. Transaksi pesan-antar makanan seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood naik tipis dari US$ 4,5 miliar menjadi US$ 4,6 miliar.

Secara keseluruhan, transaksi pesan-antar makanan di Asia Tenggara tahun lalu US$ 17,1 miliar atau naik 5% secara tahunan alias year on year (yoy). Pertumbuhan tertinggi terjadi di Vietnam yakni 27% dan Malaysia 9%. Thailand dan Indonesia naik tipis, sedangkan Singapura stagnan.

“Dengan tekanan yang terus-menerus untuk mencapai profitabilitas berkelanjutan, sebagian besar pemain lama terus mengendalikan subsidi atau promosi pesan-antar makanan dan menerapkan strategi berbeda untuk bersaing,” kata Momentum Works dalam laporannya.

Transaksi atau GMV GrabFood milik Grab di Asia Tenggara naik 6,8%. Sementara itu, Foodpanda turun 12,9% dan GoFood Gojek melorot 10%.

Baca Juga : Shopee Diisukan akan PHK Massal, Termasuk Indonesia

Rincian porsi transaksi masing-masing platform terhadap keseluruhan GMV di Asia Tenggara yakni: Grab 55% (US$ 9,4 miliar) Foodpanda 15,8% (US$ 2,7 miliar) Gojek 10,5% (US$ 1,8 miliar) Shopee 8,8% (US$ 1,5 miliar) Lineman 8,1% (US$ 1,4 miliar).

“Dengan tingginya konsumsi makanan dan minuman, rendahnya penetrasi pesan-antar makanan, dan konsolidasi yang sedang berlangsung, terdapat banyak ruang untuk pertumbuhan bagi platform pesan-antar makanan di Asia Tenggara. Sambil berfokus pada kemampuan inti mereka, para pemain terkemuka perlu memperhatikan potensi perubahan pasar dan tantangan yang muncul,”kata CEO Momentum Works Jianggan Li (ktdt.com)

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here