Ekonomi Jatim Tumbuh 4,95% , Sektor Pertanian Masih Mendominasi

Gubernur Jatim sedang memanen padi (sumber foto : Diskominfo)
top banner

Jawa Timur menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 24,99%.

Surabaya, nawacita – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatatkan kinerja perekonomian Jawa Timur di sepanjang 2023 tumbuh  sebesar 4,95% (yoy)  yang dipicu melajunya sejumlah sektor unggulan Jatim seperti industri pengolahan, perdagangan dan pertanian.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Zulkipli mengatakan pada tahun lalu, Jawa Timur menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 24,99%. Kendati pada kuartal IV/2023, pertumbuhan ekonomi tercatat turun -0,89% dibandingkan Kuartal III/2023, namun secara kumulatif sepanjang tahun 2023, ekonomi Jatim sudah tumbuh dengan baik mendekati 5%.

”Sepanjang tahun 2023 banyak faktor yang mempengaruhi kinerja ekonomi, seperti dari sektor pertanian, yakni adanya badai El Nino yang masih melandai berakibat kemarau panjang yang berdampak.pada  tanaman tidak dapat tumbuh optimal produksi menurun 3,9% yoy,” ujar Zulkipli.

Disisi lain saat  kemarau panjang sejumlah komoditi seperti tembakau, garam dan ikan tangkap justru mengalami peningkatan. Sementara untuk produksi minyak bumi Jatim turun 6,8% (qtq) dan turun 11,7% (y0y). Sedangkan produksi gas bumi naik 5,4% (qtoq) dan 15,2% (yoy).

“Untuk kinerja industri pengolahan masih berada pada fase eskpansi. Adanya momen Natal dan tahun Baru dan menjelang Pemilu pun mampu mengungkit kinerja industri makanan minuman karena menyebabkan peningkatan konsumsi rumah tangga, tetapi perdagangan mobil dan motor melambat,” paparnya.

Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Jatim Triwulan III 2023 Tetap Positif Dibanding Triwulan Sebelumnya

Pertumbuhan ekonomi Jatim juga didukung oleh kinerja ekspor impor luar negeri yang secara tahunan, ekspor Jatim tumbuh positif terutama ekspor barang. Koditas ekspor yang mengalami peningkatan adalah perhiasan/permata, tembaga dan kayu. Justru impor luar negeri terkontraksi pada beberapa komoditas non migas seperti ampas, pupuk, perhiasan/permata serta buah-buahan.

“Penyumbang terbesar pertumbuhan perekonomian Jatim  dari industri pengolahan yang berkontribusi 30,54% dan mengalami pertumbuhan 4,08% di 2023. Pendorong utama tumbuhnya industri pengolahan adalah dari industri mamin, kimia, dan barang dari logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik,” jelas Zulkilpi.

Dari sektor akomodasi makanan dan minuman menyumbang 5,86% dan mampu tumbuh 8,05%. Dari sektor pengadadn listrik dan gas mengalami pertumbuhan sangat signifikan mencapai 23,70% meskipun kontribusinya kecil. Untuk sektor transportasi dan pergudangan mengalami pertumbuhan 13,29% dan sektor real estate tumbuh 2,69%.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here