Menko PMK, Mentan, dan Kepala BNPB Akan Cek Kelaparan di Yahukimo

kelaparan di Yahukimo
Menko PMK Muhadjir Effendy
top banner

Menko PMK, Mentan, dan Kepala BNPB Akan Cek Kelaparan di Yahukimo

Jakarta, Nawacita | Menko PMK Muhadjir Effendy, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Mentan Amran Sulaiman akan mengecek kelaparan di Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (10/11/2023).

Sebelumnya bencana kelaparan melanda tanah Papua, tepatnya di Distrik Amuma, Kabupaten Yahukimo. Akibat bencana ini, 23 orang meninggal dunia dan 12 ribu orang lainnya di 13 kampung turut terdampak.

“Saya akan ke Yahukimo, berangkat dengan Pak Kepala BNPB, dengan Pak Menteri Pertanian,” ungkap Muhadjir dalam keterangannya di Istana Wapres, Jakarta, dikutip Jumat (10/11/2023).

Muhadjir mengatakan akan mengecek langsung kondisi bencana kelaparan sekaligus untuk membawa bantuan ke Yahukimo.

kelaparan di Yahukimo
Warga Yahukimo, Papua Pegunungan

“Kita juga akan membawa bantuan yang kedua. Kita ingin nanti akan setelah dari Yahukimo mau kita ada rapat kerja di Wamena untuk memetakan masalahnya bagaimana supaya ada solusi permanen,” ujarnya.

Muhadjir mengatakan pemerintah akan mencari solusi untuk mengatasi kelaparan di Yahukimo. Salah satunya terkait varietas atau jenis tanaman pangan yang cocok untuk ditanam dan tahan cuaca di Yahukimo.

“Karena itu berkaitan dengan masalah kualitas dari apa tanaman yang menghasilkan bahan pokok yang berupa umbi-umbian. Itu akan nanti saya ingin dengar langsung dari lapangan apa sih yang jadi penyebabnya dan kemudian apa solusinya. Misalnya apakah memerlukan varietas unggul di situ yang tahan cuaca misalnya atau yang lain,” ujarnya.

Selain itu, Muhadjir mengatakan penyaluran bantuan pangan berupa beras hanya bersifat sementara. Sehingga, diupayakan untuk mencari bibit unggul varietas umbi-umbian agar tidak ketergantungan dengan jenis pangan berupa beras.

Baca Juga: Presiden Jokowi Instruksikan Jajarannya Tangani Kelaparan di Papua Tengah

“Karena kalau nanti kita bantu terus misalnya beras nanti ketergantungan terhadap beras sangat tinggi. Padahal di sana enggak bisa ditanami padi, akhirnya akan mereka tidak bisa mandiri nanti tergantung sekali dengan supply dari daerah lain dari luar kan, ya kalau kita masih bisa terus-terusan memberikan dukungan, kalau tidak nanti akan bermasalah,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah akan tetap mengembalikan pola makan masyarakat dengan sumber-sumber pangan yang selama ini dikonsumsi. Nantinya, pemerintah akan memberi pendampingan mulai teknologi pertanian, bibit, hingga teknologi tepat usai panen.

“Setelah itu nanti kita akan bangun gudang juga, paling nggak gudang pangan dan membenahi infrastruktur dasar di sana misalkan kondisi sanitasi lingkungan sekarang,” tuturnya. okz

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here