Kualitas Udara Memburuk, Klaim Asuransi Akibat ISPA Meningkat

ilustrasi petugas keamanan berjalan di depan berbagai logo perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).
ilustrasi petugas keamanan berjalan di depan berbagai logo perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).
top banner

Kualitas Udara Memburuk, Klaim Asuransi Akibat ISPA Meningkat

Jakarta, Nawacita | Saat ini polusi tengah menyerang dan membuat sesak masyarakat di DKI Jakarta. Akhirnya, klaim asuransi penyakit ISPA atau infeksi saluran pernapasan akut meningkat.

Menurut data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) per Juni 2023, pembayaran klaim asuransi kesehatan meningkat 35,3% atau senilai Rp 9,39 triliun. Peningkatan paling tinggi terdapat pada pembayaran klaim asuransi kesehatan perorangan yang mencapai Rp 5,89 triliun atau naik 36,1%.

Ketua Bidang Marketing & Komunikasi AAJI, Novita Rumangangun tak menampik polusi udara berdampak pada peningkatan klaim asuaransi kesehatan di industri asuransi jiwa.

“Kita secara keseluruhan dalam industri tidak dapat angka jelas. Tapi tadi kita sharing ke masing-masing perusahan ada tren peningkatan ISPA,” ujar Novita pada Konferensi Pers AAJI, di Jakarta, Kamis, (24/8/2023).

kualitas udara di Jakarta memburuk
kualitas udara di Jakarta memburuk

Lebih lanjut, Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menjelasan, pola penyakit ISPA terkerek ke posisi nomor satu klaim asuransi kesehatan di beberapa perusahaan asuransi jiwa. Padahal, di tahun sebelmnya, ISPA tidak masuk ke penyakit yang banyak diklaim pemegang polis.

“Posisi ISPA ini terus merambat naik ke atas. Ada anggota kami yang pada 2021 posisi penyakit top 15, kemudian 2022 naik ke nomor 4, dan sekarang penyebab klaim nomor 1,” ungkap Budi dalam kesempatan yang sama.

AAJI pun mengambil beberapa langkah agar poulusi ini tidak berdampak ke inflasi kesehatan, mengingat hal itu bisa berujung ke peningkatan premi.

Oleh karena itu, AAJI melalui COO Forum sedang menyusun beberapa program guna menanggulangi hal ini. Adapun pihak yang diajak berdiskusi adalah pakar kesehatan hingga penyelenggara rumah sakit.

Baca Juga: 4 Tips Memilih Asuransi Perjalanan agar Liburan Lebih Tenang

Perlu diketahui, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan pasien ISPA sebelum Covid-19, mencapai 50.000 pasien. Sekarang, jumlahnya naik hingga 200.000 pasien.

“Nah, itu ada akibat dari polusi udara ini,” kata Menkes, saat ditemui selepas ASEAN Finance – Health Minister Meeting (AFHMM) 2023, Kamis (24/8/2023).

Menurutnya, polusi udara menyebabkan penyakit pernafasan, mulai paling berat kanker paru, TBC, paru obstruksi kronis, asma, dan pneumonia. Dia pun memahami bahwa lima penyakit pernafasan atau respiratory disease memiliki total klaim BPJS Kesehatan yang cukup besar, yakni Rp 10 triliun. cnbc

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here