Thursday, July 18, 2024
HomeTOKOHMengenal Raden Ayu Lasminingrat yang Muncul di Google Doodle Hari Ini

Mengenal Raden Ayu Lasminingrat yang Muncul di Google Doodle Hari Ini

Mengenal Raden Ayu Lasminingrat yang Muncul di Google Doodle Hari Ini

Jakarta, Nawacita | Potret Raden Ayu Lasminingrat muncul di Google Doodle hari ini, Rabu (29/3/2023). Dalam sejarahnya, Lasminingrat dikenal sebagai tokoh perempuan intelektual pertama di Indonesia. Ia bahkan menjadi pelopor pendidikan jauh sebelum RA Kartini dan Dewi Sartika lahir.

Dua bidang yang menjadi perhatian utamanya adalah dunia penulisan pendidikan bagi kaum perempuan. Harian Kompas, 19 Desember 2009, mencatat, Lasminingrat merupakan anak Raden Haji Moehammad Moesa, perintis kesustraan cetak Sunda, pengarang, ulama, dan tokoh Sunda pada abad ke-19.

Dilahirkan pada 1843 di Garut, Jawa Barat, Lasminingrat harus berpisah dari keluarganya untuk belajar membaca, menulis, dan bahasa Belanda di bawah asuhan Levyson Norman yang merupakan seorang teman Belanda ayahnya.

Raden Ayu Lasminingrat
Raden Ayu Lasminingrat

Hal ini mencatatkan nama Lasminingrat sebeagai pribumi satu-satunya yang mahir dalam menulis dan berbahasa Belanda pada masanya. Pada 1871, ia kemudian kembali dan menetap di Pendopo Kabupaten Garut.

Pada tahun yang sama, Lasminingrat menulis sejumlah buku berbahasa Sunda untuk anak-anak sekolah, baik karyanya sendiri maupun terjemahan. Ia bahkan menerbitkan buku Carita Erman yang merupakan terjemahan dari Christoph von Schmid pada 1876.

Buku tersebut telah dicetak sebanyak 6.015 eksemplar dengan menggunakan aksara Jawa, lalu dicetak ulang pada 1911 dalam aksara Jawa dan 1922 dalam aksara Latin. Dalam karya-karyanya, Lasminingrat membuat sebuah terobosan baru, yakni menggunakan kata ganti orang pertama.

Lasminingrat kemudian menikah dengan Bupati Garut RAA Wiratanudatar VIII, sekaligus membuat aktivitas menulisnya berhenti. Selanjutnya, ia fokus memperjuangkan pendidikan bagi perempuan Sunda.

Baca Juga: Google Doodle Kenang Hari Lahir Pujangga Sapardi Djoko Damono

Cita-citanya itu pun terwujud pada 1907 ketika mendirikan sekolah Keutamaan Istri di ruang gamelan Pendopo Kabupaten Garut. Sekolah tersebut berkembang pesat dan memiliki anak didik sebanyak 200 orang pada 1911.

Pada 1913, Pemerintah Hindia Belanda memberikan pengesahan kepada sekolah itu. Beberapa cabang sekolah Keutamaan Istri pun mulai dibangun. Di sekolah tersebut, para siswi diajari cara memasak, merapikan pakaian, mencuci, menjahit pakaian, dan semua urusan terkait kedidupan rumah tangga.

Lasminingrat juga tercatat menjalin hubungan akrab layaknya seorang ibu-anak dengan Dewi Sartika, tokoh pendidikan Indonesia. Ia meninggal dunia pada 10 April 1948 di usia 105 tahun di Garut. kmps

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru