Apakah Susu Kedelai Bisa Picu Endometriosis? Ini Penjelasannya

susu kedelai
susu kedelai
top banner

Apakah Susu Kedelai Bisa Picu Endometriosis? Ini Penjelasannya

Jakarta, Nawacita | Apakah susu kedelai bisa picu endometriosis? Susu kedelai adalah salah satu jenis susu yang banyak digemari orang. Susu kedelai juga bisa jadi pengganti susu sapi bagi mereka yang tak tahan dengan laktosa.

Tak heran banyak orang menganggap bahwa susu kedelai adalah salah satu jenis susu yang sehat, aman dan vegetarian.  Tapi ternyata, susu kedelai juga bisa berbahaya. Terutama bagi wanita. Sebab susu kedelai bisa memantik penyakit endometriosis pada wanita.

Nyeri haid mungkin dianggap hal yang wajar. Tapi nyeri haid yang berlebihan, bahkan nyeri hingga mengganggu aktivitas sehari-hari jangan dianggap hal yang sepele. Bisa jadi Anda terkena endometriosis.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis fertilitas endokrinologi dan reproduksi di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Luky Satria Syahban Marwali, mengatakan penyakit endometriosis adalah penyakit yang umumnya terjadi pada wanita yang sudah haid. Penyakit ini biasanya ditandai dengan nyeri menjelang atau saat datangnya menstruasi.

susu kedelai
susu kedelai

“Ini termasuk penyakit kronis, tidak menyebabkan kematian tapi memicu rasa sakit yang berlebihan,” kata Luky saat menjadi narasumber dalam Media Briefing RSPI, di Lumbung Padi, Cipete, Senin (6/3).

Belum bisa dipastikan kenapa penyakit ini bisa muncul. Meski demikian faktor genetik dianggap jadi penyebab utama munculnya endometriosis pada wanita.

Luky juga menyebut faktor genetika ini bisa semakin tumbuh saat seseorang mengonsumsi susu kedelai secara berlebihan. Hal ini lantaran, kandungan fitoestrogen yang cukup tinggi pada produk kedelai dianggap jadi pemicu tumbuhnya endometriosis yang sudah ada pada tubuh seseorang.

Fitoestrogen ini kata Luky memiliki rumus kimia yang sama persis seperti estrogen dalam tubuh manusia (human estrogen).

“Soy (kedelai) itu mengandung fitoestrogen yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Pada penelitian di lab fitoestrogen bisa menghambat endometriosis, namun pada saat diuji ke tikus dan manusia, enggak (menghambat),” kata Luky.

Justru kata Luky, saat diuji ke manusia fitoestrogen terutama yang berasal dari susu kedelai ini malah memicu tumbuhnya endometriosis pada manusia.

Bahkan kata dia, saat ibu hamil dengan riwayat endometriosis mengonsumsi susu kedelai, maka risiko anak yang lahir memiliki endometriosis lebih tinggi dari yang tidak mengonsumsi susu kedelai sama sekali.

“Kalau dia ada keturunan (endometriosis), terus saat hamil minum soy (kedelai), kemungkinan besar sekali (anak mengidap endometriosis). Jadi kalau endometriosis itu penyebabnya paling besar itu faktor genetik, kemudian ditambah faktor pencetus, ya itu bisa dari soy tadi,” katanya.

Sebuah penelitian pada 2007 lalu yang diterbitkan di National Library of Medicine dengan judul Effect of soy isoflavones on endometriosis: interaction with estrogen receptor 2 gene polymorphism juga memperlihatkan hubungan antara produk kedelai dengan endometriosis.

Baca Juga: Deretan Makanan untuk Redakan Stres, Sehat dan Aman untuk Diet

Penelitian ini melibatkan 138 wanita di Jepang berusia 20-45 tahun. Mereka dianggap memenuhi syarat setelah dilakukan diagnosis endometriosis dengan laparoskopi. Ke-138 wanita ini diklasifikasikan menjadi 3 sub kelompok, yakni kontrol (tanpa endometriosis), awal endometriosis (stadium I-II) dan endometriosis lanjut (stadium III-IV).

Setelah penelitian dengan cara melibatkan diet isoflavon yang berasal dari produk kedelai dilakukan, hasilnya menunjukan diet isoflavon dapat menurunkan risiko endometriosis pada wanita Jepang.

Meski demikian, Luky menegaskan, soy atau susu kedelai bukan penyebab endometriosis. Susu kedelai hanya bisa jadi pemantik atau pemicu gen endometriosis yang sudah ada dalam tubuh seseorang tumbuh dan menjadi penyakit.

“Pemicu ya bukan penyebab. Pokoknya yang perlu dilakukan itu ya pengecekkan terutama kalau sering sakit saat haid,” kata dia. cnn

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here