Permudah Perizinan, Kemenparekraf Siapkan Skema Digitalisasi

ilustrasi konser musik
ilustrasi konser musik
top banner

Permudah Perizinan, Kemenparekraf Siapkan Skema Digitalisasi

Jakarta, Nawacita | Kemenparekraf siapkan skema digitalisasi yang komprehensif dan transparan untuk mempermudah perizinan penyelenggaraan kegiatan.

“Apa yang kami lakukan ke depannya adalah proses perizinan dengan digitalisasi. Mulai tahap pertama sampai akhir, betul-betul diupayakan secara online untuk menghindari berbagai aspek terkait tatap muka,” kata Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf Vinsensius Jemadu di Jakarta seperti dikutip dari kantor berita Antara, Senin (13/2/2023).

Pemerintah menyadari ada kendala dalam mengurus perizinan penyelenggaraan kegiatan, terutama terkait waktu. Proses pengurusan perizinan adalah salah satu hal yang menjadi perhatian para pelaku di bidang musik dan kegiatan lainnya karena dianggap memakan waktu yang lama.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf Vinsensius Jemadu
Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf Vinsensius Jemadu

Vinsensius menjelaskan melalui mekanisme tersebut Kemenparekraf berusaha agar semua proses perizinan penyelenggaraan bersifat transparan.

Dia mengambil contoh Singapura, yang mampu mengeluarkan perizinan sejak satu bulan sebelum kegiatan berlangsung. Cara seperti itu dinilai bisa mempermudah para pelaku dan promotor kegiatan karena mereka mempunyai waktu yang cukup untuk mempersiapkan dan mempromosikan kegiatannya.

Kemenparekraf sedang berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk merealisasikan skema digitalisasi perizinan penyelenggaraan kegiatan ini.

“Kami berkoordinasi dan menerima masukan dari berbagai lintas kedeputian mengenai bagaimana sistem digitalisasi ini betul-betul bisa komprehensif. Bahkan, kami juga sudah mendapatkan masukan bahwa dalam suatu perizinan yang sifatnya makro harus menjadi inklusif,” jelasnya.

Baca Juga: Menparekraf Perkirakan Tarif Baru Candi Borobudur Rp 100 Ribu-Rp 150 Ribu

Dengan demikian, kata Vinsensius, pengurusan perizinan ini akan menjadi satu kesatuan dengan unsur lain semisal untuk pameran sehingga para promotor tidak perlu kerepotan mengurusnya satu demi satu.

Beberapa kegiatan berskala besar, seperti konser musik, berlangsung di Jakarta sejak pemerintah meniadakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akhir tahun 2022. Pada 4 Februari saja, setidaknya ada tiga acara besar yang diadakan di Jakarta, yaitu konser musik Dewa 19, EXO-SC dan ITZY. antr

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here