Gempa Dahsyat Turki, Simak Fakta Hingga Penyebabnya

Gempa Dahsyat Turki
Gempa Dahsyat Turki, Simak Fakta Hingga Penyebabnya
top banner

Gempa Dahsyat Turki, Simak Fakta Hingga Jumlah Korban Jiwa

JAKARTA, Nawacita – Gempa Dahsyat Turki, Gempa bumi besar berkekuatan magnitudo 7,8 melanda Turki tengah dan barat laut Suriah pada Senin (6/2/2023) pukul 04:17 pagi waktu setempat. Bencana alam ini juga dirasakan di Siprus, Yunani, Yordania, Lebanon, bahkan hingga Greenland.

Gempa yang terjadi saat masih musim dingin ini dilaporkan telah menewaskan lebih dari sekitar 3.800 orang akibat bangunan runtuh di seluruh wilayah. Hingga kini masih dilakukan pencarian korban selamat di reruntuhan. Berikut fakta-fakta gempa di Turki yang dihimpun dari berbagai sumber, Selasa (7/2/2023).

Patahan Anatolia Timur

Pusat gempa berada sekitar 26 km sebelah timur kota Nurdagi di Turki pada kedalaman sekitar 18 km di Patahan Anatolia Timur. Gempa menyebar ke arah timur laut, membawa kehancuran ke Turki tengah dan Suriah.

Selama abad ke-20, Patahan Anatolia Timur menghasilkan sedikit aktivitas seismik besar. “Jika kita hanya melihat gempa (besar) yang direkam oleh seismometer, itu akan terlihat kurang lebih kosong,” kata Roger Musson, rekan peneliti kehormatan di British Geological Survey, dikutip Reuters.

Hanya tiga gempa bumi yang terdaftar di atas 6,0 Skala Richter (SR) sejak 1970 di daerah tersebut, menurut Survei Geologi AS (USGS). Namun, pada 1822, gempa berkekuatan 7,0 melanda wilayah tersebut, menewaskan sekitar 20.000 orang. Di Turki, rata-rata ada kurang dari 20 gempa bermagnitudo lebih dari 7,0 setiap tahun. Hal itu membuat peristiwa baru-baru ini tergolong kejadian luar biasa.

Baca Juga: Ledakan Bom di Istanbul Turki Presiden Erdogan Marah, Korban 6 Tewas 81 Luka

Ada Gempa Susulan

Gempa susulan kembali mengguncang wilayah Turki Selatan pada Senin (6/2/2023) siang waktu setempat. Dalam laporan USGS, Gempa susulan ini berkekuatan magnitudo 7,5. Lokasi gempa berada lebih ke Utara dibandingkan gempa pagi berkekuatan magnitudo 7,8.

“Gempa dangkal terjadi pada pukul 13:24 (17.24 WIB) empat kilometer Selatan-Tenggara kota Ekinozu. Kedalaman 10 km,” tulis USGS dalam lamannya.

Gempa Dahsyat Turki
Gempa Dahsyat Turki, Simak Fakta Hingga Penyebabnya.

Terasa Sampai Negara Lain

Getaran gempa magnitudo 7,8 yang melanda Selatan Turki nyatanya tak hanya terasa di wilayah Timur Tengah dan Eropa. Bahkan, guncangan juga terasa hingga Greenland. “Gempa bumi besar di Turki tercatat dengan jelas di seismograf di Denmark dan Greenland”, ujar seismolog dari Survei Geologi Denmark dan Greenland, Tine Larsen, mengatakan kepada AFP.

Sebelumnya, guncangan gempa yang terjadi di dekat perbatasan Turki-Suriah itu dilaporkan terasa hingga Mesir, Yunani, Siprus, dan Georgia. Bahkan, Italia pun sempat menyalakan tanda peringatan tsunami di sekitar wilayah bibir pantai Laut Tengah.

Puluhan Ribu Tewas

Korban jiwa gempa Turki dan Suriah telah menembus 3.800 orang. Dilansir AFP, setidaknya 1.444 orang tewas di seluruh Suriah, kata pemerintah dan penyelamat.

Jumlah korban baru membuat total kematian di kedua negara menjadi setidaknya 3.823 setelah Turki merevisi jumlah korban sebelumnya menjadi 2.379. Turki mengumumkan tujuh hari berkabung bagi yang meninggal.

Ankara pun mengumumkan pada Senin (6/2/2023) malam hampir 14.500 orang terluka dan 4.900 bangunan rata dengan tanah. Upaya pemulihan dan pencarian korban lain masih terus dilakukan hingga.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan korban meninggal akibat gempa Turki dengan magnitudo 7,8 itu masih akan terus bertambah. Korban jiwa gempa Turki diperkirakan dapat menembus 20.000 orang seiring dengan masih banyaknya korban yang berada di bawah reruntuhan, sebagaimana dikutip dari BBC.

WNI Jadi Korban

Warga Negara Indonesia (WNI) turut menjadi korban dari gempa bumi yang mengguncang Selatan Turki. Kepada media, Duta Besar (Dubes) RI di Turki Lalu Muhammad Iqbal menyebut memaparkan ada tiga WNI yang jadi korban luka dari gempa tersebut. Satu WNI di Kahramanmaras sementara dua lainnya di Hatay.

“KBRI Ankara telah membuka hotline dan juga memaparkan beberapa bantuan yang dibutuhkan. Sejauh ini, bantuan yang paling banyak diperlukan adalah obat-obatan dan juga pakaian musim dingin,” katanya.

Ribuan Bangunan Hancur

Setidaknya 5.606 bangunan runtuh selama dan setelah gempa pada Senin, menurut Badan Penanggulangan Bencana dan Darurat Turki (AFAD). Ada total 19.574 personel penyelamat yang bekerja di wilayah gempa untuk upaya pemulihan, kata pernyataan AFAD yang dikutip CNN International.

Turkish Airlines mengumumkan Senin bahwa operasi penerbangan ke Adana, Elazig, dan Diyarbakir berlanjut bagi warga yang ingin mencapai zona gempa.

Menurut keterangan Afad, bandara di Malatya, Adana, Diyarbakır, dan Adıyaman dibuka untuk semua penerbangan. Bandara Gaziantep dan Şanlıurfa hanya dibuka untuk penerbangan bantuan sementara bandara Kahramanmaraş dan Hatay ditutup untuk penerbangan karena kerusakan gempa, kata pernyataan AFAD.

cnbnws.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here