BPJAMSOSTEK Ingatkan Pentingnya Jamsostek Bagi Perangkat Desa dan Pekerja Rentan

BPJAMSOSTEK Ingatkan Pentingnya Jamsostek Bagi Perangkat Desa dan Pekerja Rentan
Teks Foto: Kegiatan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja rentan dan ketua RT/RW Se-Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik.
top banner

Gresik, Nawacita  – BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Gresik menggelar sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pedoman Pelaksanaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Optimalisasi Implementasi Jamsostek bagi RT/RW dalam rangka Sinergitas Bersama Pemerintah Desa dalam Optimalisasi Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi Masyarakat Desa yang dilakukan pada acara Rapat Dinas Kepala Desa Se-Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik, belum lama ini

Dalam kesempatan tersebut, Camat Cerme Kabupaten Gresik, Umar Hasyim, S.H., M.M menyampaikan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu bidang penanganan utama dalam pembangunan cita-cita konstitusi masyarakat yang makmur sejahtera.

“Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan merupakan program pemerintah yang wajib kita optimalkan dan sosialisasikan kepada seluruh masyarakat tenaga kerja yang ada di Kabupaten Gresik. Dengan harapan mereka dapat menjadi lebih sejahtera dan nyaman dalam melakukan pekerjaannya, karena jika terjadi resiko akibat pekerjaan sudah dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.

Baca Juga : Di Tahun 2023, BPJS Ketenagakerjaan Targetkan 10 Juta Peserta Baru

Ia berharap melalui kegiatan ini bisa dijadikan sarana penguatan lini kerjasama saling bersinergi koordinasi antar Pemerintah di Kecamatan Cerme bersama BPJS Ketenagakerjaan Gresik dalam memberikan memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“BPJS Ketenagakerjaan tentu akan mencakup semua bentuk resiko kecelakaan yang berhubungan dalam pekerjaan dan resiko kematian. Jadi disini perlu sinergi dan kerjasama antara BPJS Ketenagakerjaan dan Pemerintah Desa untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat desa, saya yakin pemerintah desa bisa mencari solusi terkait dengan perlindungan kepada perangkat RT dan RW di masing-masing desa,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Kantor Cabang Gresik M. Imam Saputra menyampaikan, tujuan daripada Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini adalah meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan pekerja Indonesia yang mana BPJS Ketenagakerjaan telah mengadakan lima program yaitu jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan pensiun, dan jaminan kehilangan pekerjaan.

Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan dan Disnaker ‘Serbu’ Perusahaan Tak Patuh di Gresik

“Siapa saja yang bisa menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan yaitu pekerja penerima upah, pekerja bukan penerima upah, pekerja jasa konstruksi, dan pekerja migran Indonesia. Selain itu menurut Undang –Undang No 40 tahun 2024 tujuan dari pada program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) terutama yang ini wajib dipunyai oleh pekerja yaitu untuk menghindarkan masyarakat dari kemiskinan,” paparnya.

Imam menjelaskan di Kabupaten Gresik saat ini terdapat 628.952 pekerja, dan yang sudah terlindungi adalah sebanyak 246.3050 atau 39.16% persen diatas rata-rata jumlah penduduk pekerja yang dilindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Jawa Timur yakni 33,4 persen.

“BPJS Ketenagakerjaan dari bulan Januari sampai dengan Desember kami sudah memberikan manfaat kepada 34.343 penduduk Kabupaten Gresik dengan nominal Rp 340 Milyar untuk JKK, JKM, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan. Harapannya nanti BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemerintah Daerah dapat bersinergi untuk meningkatkan jumlah pekerja yang dilindungi program,” jelasnya. (Dn)

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here