Akibat PMK, Jumlah Impor Sapi Potong dari Australia Menurun

0
76
Akibat PMK, Jumlah Impor Sapi Potong dari Australia Menurun

Akibat PMK, Jumlah Impor Sapi Potong dari Australia Menurun

Jakarta, Nawacita | Jumlah impor sapi potong dari Australia menurun akibat PMK. Sejumlah peternak di Indonesia terus berusaha untuk melindungi hewan ternak mereka dari wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Menurut Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (Satgas PMK) hingga 1 Agustus 2022,tercatat ada lebih dari 450 ribu ekor ternak yang tertular, lebih dari 4.500 ekor mati dan lebih dari 7.000 dipotong “dengan syarat tertentu.”

Data dari Satgas PMK juga menyebutkan lebih dari 805 ribu ekor sapi telah divaksinasi, termasuk sapi di Bali.

“Penyebaran PMK sangatlah cepat, jadi kita harus mempercepat vaksinasi agar penularannya tidak sampai ke tempat yang belum terinfeksi,” kata Nengah Kepeng dari Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem di Bali.

Namun terlepas dari sehat atau tidaknya sapi, permintaan daging di Indonesia menurun setelah adanya kekhawatiran mengonsumsi daging dari sapi yang tertular PMK.

Baca Juga: Jatim Catat Angka Tertinggi Vaksinasi PMK se-Indonesia

Padahal, Pemerintah Indonesia sudah mengatakan penularan PMK “hampir tidak ada yang melompat ke manusia”, seperti yang dikatakan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bulan Mei lalu.

Hal ini kembali ditegaskan oleh Koordinator Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan PMK Profesor Wiku Adisasmito.

“Warga tidak perlu khawatir mengonsumsi daging ketika prosesnya dilakukan dengan benar, seperti merebus daging selama 30 menit,” jelas Profesor Wiku dalam konferensi pers pekan lalu.

Ada pula kekhawatiran di kalangan peternak jika mereka harus memotong hewan-hewan ternak mereka seandainya ada satu saja yang tertular PMK.

ilustrasi sapi impor Australia
ilustrasi sapi impor Australia

Hal ini juga berdampak padaimpor hewan ternak ke Indonesia, termasuk dari Australia, yang terpaksa diturunkan jumlahnya atau dihentikan sama sekali.

“Saya mendapat laporan dari anggota kami yang terpaksa membatalkan kontrak impor mereka, beberapa tidak lagi memesan hewan ternak,” kata Djoni Liano, Direktur Eksekutif Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo).

“Dan jumlahnya cukup besar, dalam persentase bisa turun hampir 50 persen dari jumlah impor biasanya dalam kondisi normal.”

Mark Harvey Sutton dari Australian Live Export Council mengatakan pentingnya Australia untuk menawarkan vaksin PMK ke Indonesia.

Bulan lalu saat berkunjung ke Indonesia, Menteri Pertanian Australia sudah menyatakan komitmennya untuk memberikan satu juta dosis vaksin PMK dan akan tiba pada awal bulan Agustus ini.

Baca Juga: Emil Dardak Minta Peternak Kooperatif Laksanakan Vaksin Ternak yang Terinfeksi PMK

“Indonesia adalah mitra pasar penting bagi kita dan juga pasar yang paling bernilai. Karena kedekatannya, [Indonesia] akan terus menjadi pasar paling penting kita.

Di Australia, wabah PMK dari Indonesia dan cara pencegahannya terus menjadi sorotan. Saat karpet sanitasi digelar di bandar udarabagi penumpang asal Indonesia, seperti yang dilakukan di kota Perth, denda juga diberlakukan bagi mereka yang tidak melaporkan membawa makanan dari Indonesia.

Pemerintah negara bagian Victoria juga telah membentuk satgas Penyakit Darurat Hewan untuk mempersiapkan dari serangan wabah PMK.

“Kami ingin fokus dan menargetkan tanggapan pemerintah pada berbagai hal yang perlu dilakukan dalam kesiapan dan pencegahan wabah,” kata Gayle Tierney, Menteri Pertanian negara bagian Victoria.

“Satgas akan melihat beberapa hal, seperti mengembangkan rencana tanggapan dan akses pada peralatan pelindung diri yang memadai, sertapasokan untuk pengetesan, penelusuran, penghancuran, pembuangan, dan vaksinasi,” tambahnya. sra

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY