Gempa M 5,5 di Bengkulu Terjadi di Zona Megathrust

0
107
Gempa M 5,5 di Bengkulu Terjadi di Zona Megathrust
Gempa M 5,5 di Bengkulu Terjadi di Zona Megathrust

Gempa M 5,5 di Bengkulu Terjadi di Zona Megathrust

Jakarta, Nawacita | Gempa M 5,5 di Bengkulu terjadi karena gempa dangkal. Gempa itu karena Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Pulau Sumatera di Zona Megathrust. Hal itu dijelaskan Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono.

Gempa terjadi pada Rabu (20/7) pagi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa itu memiliki mekanisme sumber pergerakan naik (thrust fault) yang merupakan bukti gempa terjadi di Zona Megathrust.

Gempa Bengkulu magnitudo 5,5 itu dirasakan sangat kuat di Bengkulu Kota dalam Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) IV – V MMI hingga warga lari berhamburan keluar rumah.

Titik gempa di Bengkulu
Titik gempa di Bengkulu

Sementara itu di Kepahiang, Bengkulu Utara guncangan juga masih kuat dalam skala intensitas III – IV MMI, dan di Mukomuko, Krui dalam skala intensitas III MMI, serta di Muara Dua, Lubuk Linggau dalam intensitas II MMI.

Episenter gempa Bengkulu M5,5 tersebut terletak pada koordinat 4,33° LS – 101,95° BT tepatnya di laut pada jarak 64 Km arah Barat Daya Kota Bengkulu dengan kedalaman 56 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa Bengkulu magnitudo 5,5 pagi tadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng dimana Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Pulau Sumatra di Zona Megathrust,” katanya saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Baca Juga: Gempa Bumi Dahsyat Guncang Afghanistan Tewaskan 1.000 Orang

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa Bengkulu ini tidak berpotensi tsunami. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

“Hingga pukul 07.25 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa telah terjadi 1 kali aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo M3,7 pasca gempa Bengkulu M5,5,” katanya.

“Bengkulu merupakan daerah rawan gempa dan tsunami, sehingga upaya mitigasi gempa dan tsunami secara kongkret wajib diwujudkan untuk mengurangi risiko bencana yang dapat terjadi lagi di masa yang akan datang,” demikian Daryono. antr

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY