Warga Lokal Demo Tolak Kenaikan Harga Tiket Masuk Pulau Komodo

0
154
Warga Lokal Demo Tolak Kenaikan Harga Tiket Masuk Pulau Komodo
Warga Lokal Demo Tolak Kenaikan Harga Tiket Masuk Pulau Komodo

Warga Lokal Demo Tolak Kenaikan Harga Tiket Masuk Pulau Komodo

Kupang, Nawacita | Warga lokal Pulau Komodo menggelar aksi demo tolak kenaikan harga tiket masuk Pulau Komodo. Demo tolak kenaikan tiket masuk Komodo itu mereka lakukan di depan Kantor Bupati Manggarai Barat, Senin (18/7). Mereka juga melakukan aksi serupa di depan Balai TN Komodo. Aksi itu digelar mulai pukul 09.00 WIT.

Sebelumnya massa berkumpul di lokasi Water Front yang akan diresmikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (21/7) mendatang.

Dalam demo tolak kenaikan tiket masuk Komodo itu, dari titik Water Front, massa melakukan longmars ke Kantor Balai Taman Nasional Komodo.

Dalam tuntutannya, massa meminta kepada Balai Taman Nasional Komodo dan Pemerintah Manggarai Barat untuk membatalkan keputusan menaikkan harga tiket masuk ke Pulau Komodo dan Pulau Rinca sebesar Rp3.750.000.

Baca Juga: Sandiaga Buka Suara Terkait Harga Tiket Pulau Komodo Rp3,75 Juta

Mereka mengatakan kenaikan harga tiket masuk tersebut sangat berdampak kepada pelaku usaha di Labuan Bajo dan juga masyarakat lokal Manggarai Barat yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor pariwisata.

Wakil Ketua DPC Gabungan Pengusaha Wisata Bahari (Gahawisri) Manggarai Barat, Budi Widjaya mengatakan kenaikan harga tiket tersebut sangat merugikan berbagai pihak di Labuan bajo.

“Yang paling dirugikan semuanya, rakyat yang paling dirugikan, bukan hanya segelintir yang dirugikan dari kenaikan tarif (masuk Pulau Komodo dan Pulau Rinca) tersebut,” kata Budi yang ikut dalam aksi protes tersebut.

Dia menjelaskan, jika tamu (wisatawan) itu datang maka seluruh komponen akan berdampak positif. Tapi jika kenaikan tersebut tetap diterapkan maka sudah pasti tidak ada lagi wisatawan yang akan datang. Dan itu sangat berpengaruh terhadap pendapatan dari seluruh pelaku pariwisata, pelaku usaha dan terlebih adalah masyarakat Manggarai Barat.

“Ini namanya pemerintah membunuh kami secara perlahan, kalo mau bunuh, sekalian saja jangan dengan cara begini,” ujar Budi.

Pulau Komodo
Pulau Komodo

Budi menyebut rencana kenaikan tarif yang akan berlaku per 1 Agustus telah berdampak terhadap kunjungan. Tamu atau wisatawan yang telah melakukan resevasi sebelumnya telah membatalkan kunjungan, dan ini sangat merugikan.

Hal senada disampaikan Ketua Asosiasi Kapal Wisata (Askawi) Labuan Bajo, Ahyar. Dia mengatakan sektor pariwisata di Labuan Bajo yang baru saja bangkit setelah Pandemi Covid-19 dengan penetapan kenaikan tarif masuk ke Pulau Komodo dan Pulau Rinca yang telah ditetapkan Pemerintah akan kembali lesu.

Dia menjelaskan, kenaikan tarif masuk bagi wisatawan atau pengunjung telah menimbulkan keresahan seluruh pelaku usaha pariwisata.

“Dengan angka (tarif masuk yang tinggi) tersebut maka diyakini operator-operator lokal (pelaku usaha) dalam 30 hari akan bubar,” kata Ahyar.

Dia mengatakan massa akan juga berunjuk rasa saat kunjungan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) jika belum mendapat jawaban dari pemerintah tentang tarif masuk kawasan TN Komodo.

Salah satu warga Pulau Komodo, Saleh, yang ikut dalam aksi mempertanyakan dasar kenaikan tarif masuk yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp3,75 juta dan akan mulai berlaku 1 Agustus mendatang.

Tarif tersebut dianggap sangat tinggi oleh Saleh dkk, sehingga bisa memicu terjadinya penurunan angka kunjungan wisatawan yang hendak ke Pulau Komodo.

“Ini akan mematikan kita warga Komodo yang biasa menjajakan hasil kerajinan tangan bagi wisatawan di (Pulau) Komodo,” kata Saleh.

Dia mengakui jumlah warga Pulau Komodo yang mengikuti demo tersebut berjumlah ratusan orang. Mereka sudah berada di Labuan Bajo sejak Minggu siang kemarin, dan ada yang baru tiba Senin pagi. cnn

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY