BI Jatim Bertekad Kuatkan Kebijakan Berbasis Keilmuan sebagai Salah Satu Smart Province

0
397

Surabaya | Nawacita – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur dorong Jawa Timur menjadi _smart province_ dengan penguatan kebijakan yang berbasis keilmuan ( _research-based policy_ ) melalui _9th East Java Economic_ (EJAVEC) _Forum Call for Paper_ (CP) 2022 dengan tema “Akselerasi Pemulihan Ekonomi dan Sosial Jawa Timur pada Era Normal Baru”. Puncak acara berupa konferensi dan pengumuman pemenang kompetisi telah digelar pada tanggal 14 Juli 2022 yang turut dihadiri oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Plt Gubernur Provinsi Jawa Timur, Guru Besar Universitas Institut Pertanian Bogor, Direktur Eksekutif Pelaksana Kartu Prakerja, Ketua ISEI Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga.

“EJAVEC bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran _stakeholders_ tentang perkembangan ekonomi dan isu strategis yang terjadi di Jawa Timur,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto dalam sambutannya, Kamis (14/7/2022). EJAVEC juga menjadi sarana penggalian solusi kreatif untuk mengatasi berbagai kendala ekonomi maupu sosial di Jawa Timur.

Budi Hanoto juga menyampaikan EJAVEC CP 2022 yang sudah berlangsung sejak 7 Maret 2022, diikuti oleh 93 _full paper_ yang berasal dari mahasiswa, akademisi, praktisi, dan ASN dari enam provinsi di Indonesia serta beberapa universitas dari luar negeri. Di tahun ini, EJAVEC _Journal_ berhasil terakreditasi ISSN ( _International Standard Serial Number_ ) elektronik yang mengindikasikan peningkatan kredibilitas jurnal yang dihasilkan.

Bertindak memberikan _keynote speech_, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, menyampaikan bahwa EJAVEC merupakan forum bersama para ekonom yang dapat menghasilkan usulan kebijakan strategis untuk akselerasi pemulihan ekonomi khususnya bagi Provinsi Jawa Timur.

“Perkembangan ekonomi Indonesia saat ini termasuk dalam kelompok negara sehat,” kata Juda. Meskipun perekonomian global saat ini dibayangi risiko stagflasi, Indonesia masih dalam kondisi yang kondusif. Hal ini diketahui dari respon kebijakan bank sentral Amerika Serikat, The Fed, yang menaikkan suku bunga acuannya menjadi 9,1%, sedangkan suku bunga acuan Bank Indonesia BI-7DRRR masih dipertahankan di 3,5%.

Selaras dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Plt. Gubernur Provinsi Jawa Timur, Emil Dardak, menyampaikan bahwa perekonomian nasional terus membaik seiring dengan penurunan kasus Covid-19. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur di triwulan pertama memberikan kabar menggembirakan yang tumbuh sebesar 5,20% (yoy). Lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I 2022, yaitu sebesar 5,01% (yoy).

Pada sesi pemaparan, konferensi EJAVEC 2022 menghadirkan dua narasumber, yaitu Prof. Dr. Muhammad Firdaus, M.Si., Guru Besar Institut Pertanian Bogor yang menerangkan pentingnya posisi Jawa Timur dalam mengantisipasi krisis pangan. Hal tersebut karena Jawa Timur merupakan sentra produksi paling utama untuk komoditas tanaman pangan, holtikultura, peternakan, termasuk ayam kampung dan produk perikanan.

Selanjutnya, berbicara mengenai _soft infrastructure_, Denni Puspa Purbasari, Ph.D menjelaskan masifnya penyaluran insentif ketenagakerjaan di Jawa Timur. Sampai dengan 30 Juni 2022, total insentif dari Kartu Prakerja yang disalurkan di Jawa Timur ialah sejumlah Rp2,7 triliun dengan 4 juta pendaftar. Penerima insentif tersebut inklusif, yakni mencakup 3,2 persen penyandang disabilitas dan 3,8 persen Purna Pekerja Migran Indonesia.

Penyaluran insentif tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah dalam merespon tantangan ketenagakerjaan, a.l. masih banyaknya (89%) orang dewasa di Indonesia yang tidak pernah mengikuti kursus/pelatihan, serta peningkatan signifikan pengangguran dari kalangan terdidik maupun berusia muda.

Di akhir acara, BI Jatim mengumumkan pemenang setiap kategori _paper_ EJAVEC Forum 2022 dengan total hadiah senilai Rp168juta, yaitu:
Kategori _General Paper_ Peserta Umum dengan juara:
I : Rizqi Qurniawan, Shania Rahmi – Universitas Indonesia
II : Suryo Adi Rakhmawan – King Fahd University of Petroleum and Minerals Arab Saudi

II : Firman Afrianto – PT. Sagamartha Ultima & Ikatan Ahli Perencanaan Jatim
III : Unggil Heriqbaldi, Miguel Angel Esquivias, Jovi Sulistiawan – Universitas Airlangga.

Para pemenang tersebut merupakan hasil saringan dari 19 finalis terbaik yang telah memberikan sumbangan pemikiran mengenai a.l. strategi pengembangan UMKM, peran _fintech_ dalam peningkatan perekonomian, penguatan perdagangan antar daerah, upaya peningkatan daya saing ekspor, dan akselerasi pemulihan kinerja sektor pariwisata.
Berbagai gagasan dari finalis tersebut berkontribusi terhadap upaya kebangkitan perekonomian Jawa Timur di masa mendatang yang juga sebagai bagian dari program Optimis Jatim Bangkit.

Dn

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY