Menhan Prabowo Tegaskan Indonesia Bisa Bubar Jika?

0
120
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto

JAKARTA, Nawacita – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menegaskan Indonesia bisa bubar jika Pancasila ditinggalkan. Menurutnya, Pancasila adalah sesuatu yang tidak dimiliki negara lain.

Saat memberikan pengarahan dalam acara wisuda Universitas Pancasila, Prabowo menyebut Indonesia memiliki dua aset penting. Pertama, adalah Bahasa Indonesia dan kedua adalah Pancasila.

The brilliance of our leaders. Ini sesuatu yang cemerlang yang banyak negara tidak punya,” kata Prabowo, Selasa (7/6/2022). Prabowo menilai, kedua aset tersebut adalah buah dari kepintaran para pendiri bangsa di masa lampau. Prabowo lantas memberikan penghormatan secara khusus kepada Presiden Soekarno alias Bung Karno.

Baca Juga: Saling Temu, Prabowo dan Surya Paloh Kenang Semasa di Partai Golkar

“Bahwa pendiri bangsa kita memilih bahasa suku yang kecil sebagai bahasa kebangsaan, bahasa Melayu berasal dari Riau. Jumlah penduduknya sedikit dibandingkan bahasa Jawa. Bung Karno orang Jawa. Tokoh BPUPKI itu banyak orang Jawa, tapi tidak memilih bahasa Jawa sebagai bahasa kebangsaan,” katanya.

Menurut Prabowo, sampai saat ini masih banyak negara yang meributkan bahasa. Prabowo kemudian mencontohkan negara-negara di kawasan Eropa yang berpotensi terpecah belah karena masalah bahasa.

“Sebentar lagi di Eropa kemungkinan besar Belgia akan pecah menjadi satu berbahasa Prancis yang satu berbahasa Wallon. Negara sudah berdiri lama akan pecah masalahnya bahasa,” jelasnya. Prabowo kemudian berbicara mengenai Pancasila. Menurutnya, Indonesia bisa bubar jika meninggalkan Pancasila.

“Ini jangan kita anggap enteng. Pendapat para ahli, pendapat senior, begitu kita tinggalkan Pancasila, saya kira negara ini akan bubar, itu pendapat saya. Jadi jangan menganggap hal ini sebagai sesuai yang biasa,” kata Prabowo.

Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus mengajarkan nilai luhur Pancasila. Menurutnya, Pancasila dapat menjadi simbol untuk mempererat kehidupan beragam di tengah masyarakat.

“Harus diyakini dengan Pancasila ratusan suku bangsa yang berbeda-beda, ras yang berbeda-beda, agama yang berbeda-beda, bahasa daerah, adat istiadat yang berbeda, kita bisa berhimpun dalam suatu negara,” jelasnya.

cnbnws.

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY