Tanggapi Koalisi Golkar, PAN dan PPP, Demokrat: Kami Masih Pelajari Mood Publik

0
123
Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra

Jakarta, Nawacita – Kepala Badan Komunikasi Demokrat Herzaky Mahendra Putra Partai Demokrat merespon soal koalisi yang terbangun antara Partai Golkar, PAN dan PPP.

Ia mengaku Partai Demokrat menghormati upaya koalisi yang dibangun oleh ketiga partai tersebut untuk Pilpres 2024 mendatang. Demokrat menilai, dengan berupaya membangun koalisi, ketiga parpol tersebut sudah memantapkan niatnya untuk patuh pada Konstitusi dan menjaga amanah reformasi.

“Mereka berarti tidak mendorong penundaan pemilu dan berkomitmen penuh mendukung Pemilu 2024, seperti halnya Demokrat yang sejak awal mengambil sikap ini. Satu langkah maju mencegah permufakatan jahat yang dirancang segelintir elit di pemerintahan untuk melanggengkan kekuasaan,” kata Herzaky, kepada wartawan, Jumat (15/05/2022).

“Komitmen ini kami harapkan terus terjaga hingga Pemilu 2024 benar-benar terlaksana agar demokrasi di Indonesia semakin baik dan matang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Herzaky mengatakan, terkait ikut bergabung atau tidak dalam koalisi tersebut, posisi Demokrat saat ini masih sangat cair dan masih dalam tahap mempelajari arah keinginan publik.

“Kami masih melihat dan mempelajari kemana mood publik dulu. Apakah menginginkan perubahan ataukah keberlanjutan,” ucapnya.

“Semua koalisi tentu ingin menang tujuannya. Ingin meraih dukungan sebanyak mungkin dari rakyat. Karena itulah, pentingnya pembentukan koalisi ini memperhatikan mood publik,” tambahnya.

Tak hanya itu, Demokrat saat ini tidak menetapkan dulu capresnya sebelum pembentukan koalisi. Ia menyebut, Demokrat ingin mengusung capres yang layak jual, alias diterima dan bakal dipilih oleh rakyat.

“Sejalan dengan itu, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, saat ini terus menyerap aspirasi masyarakat. Sore ini saja, di Deli Serdang, ada ribuan masyarakat yang ingin bertemu langsung dan menyapa AHY,” ucapnya.

Demokrat juga ingin berkoalisi dengan sesama parpol yang memperjuangkan aspirasi rakyat. Selain itu, tidak punya sikap ingin kekuasaan dan ingin memperjuangkan kepentingan rakyat dengan cara menang di Pilpres 2024.

“Harapan kami, tiap koalisi yang terbentuk untuk Pilpres 2024, diniatkan untuk memperjuangkan aspirasi rakyat, bukannya mempertahankan kekuasaan,” imbuhnya.

Penulis: Alma Fikhasari

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail
Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

LEAVE A REPLY