Diterpa Issue Kredensial Kesehatan, Unilever diserang Investor

0
193
Diterpa Issue Kredensial Kesehatan, Unilever diserang Investor.

Nawacita – Datang dari salah satu perusahaan Internasional, Unilever menghadapi serangan baru dari investor terkait kredensial kesehatan, Kamis (20/1/2022). Terpaan issue kali ini datang setelah PLC Unilever gagal menyuarakan promosi makan makanan sehat, hingga akhirnya para investor mengamuk dengan Unilever karena kelalaian mereka dalam memperhatikan masalah kesehatan pangan.

Dilansir Bloomberg.com, segenap investor mengajukan resolusi dengan aset yang dikelola senilai $215 miliar, beserta dengan segenap professional medis dan juru kampanye kesehatan, mereka semua meminta Unilever untuk menetapkan target untuk meningkatkan produk makanan sehat yang dijualnya di pasaran.

“Unilever bekerja lebih buruk daripada rekan-rekan perusahaan bisnis yang lainnya dalam masalah kesehatan pangan. Berdasarkan proporsi penjualan yang dihasilkannya dari produk makanan dan minuman sehat, Unilever kalah dibandingkan perusahaan lain. Sementara itu, seharusnya Unilever bisa memberikan kontribusi material untuk masalah kesehatan masyarakat seperti obesitas tanpa mengorbankan keuntungan,” tukas Amy Browne, Kepala Penatagunaan Aset Manajer CCLA, Inggris, dilansir dari Bloomberg, Kamis (20/1/2022).

Lebih lanjut Browne juga menyampaikan bahwa fokus pada ESG dan keberlanjutan tidak selalu menghasilkan pengembalian atau untung yang baik ketika melihat dari portofolio bisnis penyegaran Unilever.

Sementara itu, Unilever telah membuat para investornya naik pitam pada minggu-minggu pertama tahun 2022, hingga para investor menghapus saham mereka hampir tujuh persen dari harga sahamnya, atau setara dengan $9,4 miliar nilai pasar yang hilang. Kegagalan utama Unilever yang telah memicu amarah para investor adalah masalah gagalnya Unilever menggait unit kesehatan konsumen GlaxoSmithKline, yang dinilai menjadi kesalahan langkah yang mencolok oleh pasar karena menghabiskan penawaran hingga 50 miliar pound sterling atau senilai dengan $68 miliar.

Terry Smith, pemegang saham Unilever berusia 68 tahun menyampaikan tuduhannya karena kecewa dengan kinerja Unilever diawal tahun 2022 ini. Dirinya menilai bahwa Unilever melakukan pemborosan publik dan kini mereka telah kehilangan alurnya dalam berbisnis dan memasarkan produk karena sibuk memposisikan dirinya sebagai juara keberlanjutan.

Berya/mg3

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail
Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

LEAVE A REPLY