Geram Kalangan Mampu Tapi Minta Karantina Gratis, Luhut: Akan Kami Tindak Tegas

0
189
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi evaluasi PPKM yang disiarkan secara virtual (20/12/21).

Jakarta, Nawacita – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku geram terhadap pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dari kalangan orang kaya yang enggan mengeluarkan biaya untuk melakukan karantina di hotel sebagaimana aturan yang ditetapkan.

Laporan tersebut ia dapatkan dari Polda Metro Jaya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Ia juga merasa kecewa, sebab mereka mampu mengeluarkan banyak uang untuk belanja di luar negeri, tapi tidak mau membayar karantina ketika kembali tiba di Indonesia.

“Kami tadi sudah minta kepada Polda Metro untuk melakukan razia di lapangan terbang Soekarno-Hatta, yang ternyata banyak yang memberikan sebaran video itu. Banyak yang belanja ke luar negeri shopping, tidak mau karantina di hotel, padahal dia bisa. Dia minta supaya dia dikarantina di Wisma Atlet karena gratis,” kata Luhut, dalam konferensi evaluasi PPKM yang disiarkan secara virtual, Senin (20/12/2021).

Lebih lanjut, Luhut menegaskan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang tidak mau melakukan karantina usai perjalanan ke luar negeri. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron di Indonesia semakin meluas.

“Ini akan kita ambil tindakan (terhadap) orang-orang yang melakukan hal semacam ini. Jadi jangan membuat gosip-gosip yang tidak perlu,” tegasnya.

“Saya minta semua kita harus kerja sama. Semua rakyat Indonesia. Kita harus tunjukkan bahwa bangsa ini bisa kerja sebagai tim. Keadaan ini betul-betul memerlukan kerja sama kita semua,” sambung Luhut.

Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali itu juga menegaskan, kasus Omicron di Indonesia masih ditemukan di Wisma Atlet Kemayoran, dan belum ditemukan di tengah-tengah masyarakat.

“Saya ulangi, sampai hari ini, Omicron itu baru terdapat di Wisma Atlet. Itu sudah di-contain, sudah di-lockdown oleh Menteri Kesehatan. Dan ada 3 peluang di Manado. Sampai hari ini kita belum temukan kasus (Omicron) di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Penulis: Alma Fikhasari

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY