Mensos Risma Gandeng Anak Seluruh Indonesia Untuk Peringati Hari Pahlawan

0
112

Jakarta, Nawacita – Dalam memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, Kementerian Sosial (Kemensos) akan mengajak anak-anak di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam rangkaian acara yang akan digelar oleh Kemensos.

Menteri Sosial Tri Rismaharini menyampaikan, dalam rangkaian Hari Pahlawan nanti akan ada 100 hingga 200 anak di seluruh Indonesia yang akan berpartisipasi.

“konsep yang kita berikan adalah kita melibatkan anak-anak. Kemarin kita mulai menyisir makam-makam pahlawan kita bersihkan dengan keterlibatan anak-anak, dan para mahasiswa. Jumlah nya 100-200 anak,” kata Risma, dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta, Jumat (5/11/2021).

Lebih lanjut, Risma mengaku, pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan Sekretariat Presiden untuk membahas konsep atau rangkaian kegiatan Hari Pahlawan.

“Kita masih mengusulkan pada hari pahlawan ke Sekretariat Presiden untuk kita melibatkan anak-anak, baik dalam rangkaian upacara. Saat upacara kita mengusulkan untuk mereka bisa nyanyikan lagu-lagu pahlawan dengan lagu-lagu perjuangan dengan iringan musik tradisional, setelah itu kita ajak untuk menabur bunga di makam pahlawan. Berikutnya, ada upacara resmi hari pahlawan,” jelasnya.

Mantan Wali Kota Surabaya ini menyebut, untuk menyukseskan pelaksanaan Hari Pahlawan, Kemensos menggandeng Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal), Garnisun dan Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres).

“Kemudian ada upacara resmi hari pahlawan dan ada upacara tabur bunga di laut. Nanti yang koordinatornya Lantamal. Kemudian upacara kephalawanan oleh Garnisun, Kemudian pemberian gelar kepahlawanan oleh Setmilpres,” papar Risma.

Tak hanya itu, Pada 15 November nanti, Risma akan mengumpulkan seluruh anak-anak dari seluruh Indonesia untuk mengunjungi Museum Pahlawan. Hal itu  bertujuan agar anak-anak memahami sejarah perjuangan pahlawan.

“Tanggal 15, kami akan kumpulkan anak-anak dari seluruh Indonesia. Rencananya kita akan buat acara berputar di seluruh Indonesia. Mereka mengunjungi makam-makam pahlawan serta museum-museum, supaya mereka mengerti tentang sejarah kepahlawanan para pahlawan ini,” ujarnya.

“Misalkan Bung Hatta itu tidak di Kalibata, maka mereka akan kita ajak ke Tanah Kusir. Dan kita juga hias, kita bersihkan makam tanah kusir belum selesai. Nanti juga kita ajak ke museum, dan situs-situs perjuangan, seperti lokasi proklamasi,” tambah Risma.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY