Fahri usulkan BPIP masuk MPR di Peluncuran Buku Arsul Sani

0
221

Jakarta, Nawacita – Kehadiran buku karya Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP), Arsul Sani berjudul ‘Catatan dari Senayan 2: Relasi Islam dan Negara, Perjalanan Indonesia’, merupakan momentum yang tepat saat posisi islam di negara sedang diperdebatkan.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah saat membedah buku Arsul Sani di Media Center Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (25/10/2021).

“Saya anggap buku ini lahir tepat saat banyak diskusi tentang posisi islam dalam negara yang terus diperdebatkan secara sengit sampai isu nama jalan, isu Kemenag, isu perlombaan hormat bendera. Itu semua sebenarnya menjelaskan keagamaan sebagian elit kita dalam meletakan posisi agama dalam negara dan posisi negara dalam agama,” kata Fahri Hamzah.

Akan tetapi, Fahri menyayangkan, dalam buku tersebut tidak mengkritik konsepsi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Sebenarnya MPR sudah menjawab itu semua, di mana saat penyusun Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPRD dan DPD (UU MD3), telah memberikan tugas tambahan kepada MPR dan tugas tambahan itu sebenarnya yang ada di BPIP saat ini.

“Jadi sebenarnya BPIP melebur saja kepada tugas tambahan yang ada di MPR. Karena kita tahu ini lebih representatif, kalau wakil rakyat yang menjelaskan ini kepada publik dalam Sosialisasi 4 Pilar dan sebagainya,” paparnya.

Lebih lanjut, Fahri menilai, buku tersebut, komprehensif dan bagus untuk anak muda dan juga untuk bahan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, karena mentracking sejarah dari bagaimana agama dan negara dalam persepsi Islam.

“Itu kan pilihannya hanya tiga. Dan pak Arsul dalam bukunya, mengintegrasi agama dan negara menjadi negara agama, atau istilahnya simbiosis-simbiosis atau yang pilihan ekstrimnya dulu sekuler atau yang ketiga adalah simbiosis. Nah, kita di Indonesia itu pilihan yang diambil adalah sebenarnya simbiosis yang mendekat kepada integrasi sebenarnya. Itulah sebabnya mimpi-mimpi negara Islam di Indonesia bisa tenggelam oleh konsepsi republik,” imbuhnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY