Saksi Fakta Tawarkan 3 Solusi, Ajak Moeldoko Duduk Bersama

0
120
Saksi ahli Mahbob di PTUN Jakarta, Kamis (21/10/2021). Alma/nawacita

Jakarta, Nawacita – Kuasa Hukum Partai Demokrat Mehbob mengatakan dalam persidangan dengan nomor perkara 154/G/2021/PTUN-JKT, salah satu ahli yang dibawa oleh penggugat yakni mantan kader partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono memberikan tiga solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang berlangsung.

“Ada yang menarik dari keterangan saksi ahli (penggugat), dia menawarkan harusnya kalau ada seperti sengketa partai ini, menawarkan tiga soluasi. pertama agar Menkumham mendudukkan sama. Kedua, ada proses mediasi yaitu antara kedua belah pihak di dudukkan untuk mencari mediasi,” kata Mehbob, saat diwawancarai di PTUN, Jakarta Timur, Kamis (21/10/2021).

Kemudian solusi terakhir, kata Mehbob, yakni tetap membiarkan eksistensi kedua kubu tersebut berdiri baik yang pimpinan AHY maupun Moeldoko. Namun dengan catatan, Partai Demokrat Kubu Moeldoko harus bisa membuat partai politik baru.

Hal itu kata Mehbob, berkaca pada polemik yang juga pernah terjadi di kubu Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang akhirnya menciptakan partai baru dengan nama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang kini dipimpin Megawati Soekarnoputri.

“Kita sepakat kalau mau diilustrasikan seperti itu tapi ya jangan pakai nama Demokrat, saksi ahli bilang yaudah kalau gitu pihak Moeldoko pake inilah partai demokat baru silakan biar hidup dua-duanya. itu yang sangat menarik,” imbuhnya.

Sebelumnya, Tiga orang mantan kader Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara, (PTUN) Jakarta, dengan nomor perkara 154/G/2021/PTUN-JKT, antara pihak KLB Deliserdang (penggugat) dan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) selaku tergugat serta DPP Partai Demokrat (tergugat II intervensi).

Gugatan tersebut dilayangkan lantaran ketiga kader tersebut menilai terpilihnya AHY sebagai ketua umum pada kongres ke-5 Partai Demokrat tidak sesuai dengan undang-undang partai politik.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY