CIDe’ Desak Kejati Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Jatim

0
189

Surabaya, Nawacita – Dugaan korupsi dana hibah Pemprov Jatim yang disorot lembaga Center For Islam and Democracy
studie’s (CIDe’) terus bergulir. Bahkan mereka kembali menggelar aksi di depan kantor Kejati Jatim untuk mendesak aparat kejaksaan mengusut tuntas dugaan kasus tersebut

Menurut Direktur CIDe’ Ahmad Annur temuan kasus dugaan korupsi dana hibah Pemprov Jatim terjadi sekitar bulan September 2019, Sekretariat Daerah (SEKDA) Pemprov Jatim memberi disposisi proposal sebanyak 210 proposal untuk pengajuan hibah Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU). 

Surat disposisi tersebut ditujukan pada Dinas PU dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. Dan pada bulan Juli 2020 Pokmas yang didisposisi dari Sekda tersebut mendapatkan rekomendasi penerima Hibah sampai NPHD. 

Anggaran untuk LPJU ini cukup besar, yaitu Rp.75.134.000.000 yang dibagi ke beberapa Kabupaten dan kota. Yang paling banyak aliran Dana Hibah untuk LPJU yaitu Kebupaten Lamongan sebesar Rp.65.400.000.000 dan Gresik Rp.6.450.000.000.

Berdasarkan hasil investigasi dan analisis lembaga Center For Islam and Democracy
studie’s (CIDe’) terhadap penggunaan Dana Hibah ini, terdapat dugaan korupsi dalam
pengadaan LPJU ini sebesar Rp. 49 miliar di Lamongan. 

Dalam kasus ini, juga terdapat pemalsuan tanda tangan proposal serta rancangan
yang tidak sesuai kebutuhan, bahkan dalam RAB Proposal tersebut banyak dana siluman yang disisipkan dan tidak diterima oleh Pokmas. 

“Hasil penelusuran kami, ada broker
proposal yang bermain, mulai penggarapannya, RAB dan bahkan realisasinya. Dan anggaran Dana Hibah yang untuk LPJU ini ada indikasi tidak sesuai dengan sistematika penganggaran, artinya anggaran sudah disiapkan dulu oleh oknom pejabat Pemprov dan
Proposal menyusul kemudian,” kata Direktur CIDe’ Ahmad Annur melalui rilis Senin (11/10/2021).

Selain itu, lanjut Annur untuk pengadaan lampu diduga barang ilegal, sehingga perusahaan yang menangani LPJU yaitu PT. S juga bermasalah karena memasukkan barang ilegal dari Cina
ke Indonesia, dan anehnya itu bisa lolos jadi mitra Pemprov Jawa Timur. 

“Dalam kasus ini, kami menduga kucuran dana yang sampai 65 miliar ke Lamongan
dan 6.4 Miliar ke Gersik ada kaitannya dengan Pilgub tahun 2018 lalu, dimana Khofifah -Emil unggul 65 Suara dari pasangan Gus Ipul-Puti. Sehingga ini menjadi dugaan kuat sebagai anggaran balas jasa,” bebernya.

“Melalui ritual pemotongan kambing di depan kantor Kejati Jatim ini, kami berharap kambing ini bisa memanggil para oknom pejabat pemprov yang terlibat dalam dugaan korupsi dana hibah ini, dan darah yang menetes, semoga menjadi penyemangat bagi Kejati Jatim agar berani dan cepat membongkar dugaan korupsi pengadaan LPJU ini,” imbuhnya. (tis)

LEAVE A REPLY