PT KAI Gratiskan Angkut Oksigen Jakarta-Surabaya

0
122

Jakarta, Nawacita – Dalam penanganan pandemi Covid-19 PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali menggratiskan angkutan oksigen. Hari ini, Kamis (5/8), PT KAI (Persero) sebanyak 80 ton melalui angkutan kereta api yang diberangkatkan dari Area Daop 1 Jakarta menuju Surabaya.

Angkutan oksigen yang didatangkan dari Singapura tersebut merupakan program penanganan Covid 19 dari Kementerian Kesehatan RI.

“oksigen tersebut ditempatkan menggunakan 4 gerbong ISO Tank yang masing-masing berisi 20 ton oksigen. Untuk selanjutnya diberangkatkan dari Stasiun Tanjung Priok menuju Stasiun Kalimas Surabaya,” kata Eva Chairunisa,
Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta, kepada nawacita.co, Kamis (05/08/2021).

Oksigen tersebut nantinya akan didistribusikan oleh Kemenkes RI kepada pasien Covid-19 yang membutuhkan baik di rumah sakit maupun di tempat isolasi.

Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono menjelaskan, sebelum pandemi, untuk Jawa-Bali dibutuhkan oksigen sebanyak 400 ton sehari, namun pada saat pandemi terutama beberapa waktu lalu terjadi peningkatan, maka kebutuhan oksigen meningkat 4-5 kali.

“Dalam evaluasi yang kami lakukan, tidak mudah dalam mendistribusikan dan pengadaaan oksigen ke seluruh rumah sakit,” jelas Dante Saksono Harbuwono.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo menyampaikan bahwa layanan pengiriman oksigen secara gratis ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, supaya semakin banyak masyarakat yang membutuhkan oksigen untuk pengobatan Covid-19 dapat tertangani dengan segera.

“PT KAI akan terus mendukung penuh Pemerintah dan berupaya untuk memberikan sumbangsih terbaik dalam penanggulangan COVID-19, diantaranya melalui program vaksinasi di Stasiun untuk mendukung “Herd Immunity” dan program pengiriman gratis untuk angkutan oksigen menggunakan KA maupun untuk tabung oksigen kosong,” paparnya.

Sebelumnya, KAI juga telah mendistribusikan 128 ton oksigen yang merupakan bantuan dari pihak swasta pada bulan lalu.

Dan, PT KAI sudah mendapatkan izin khusus dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengangkut B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) kategori DG class 2 yakni berupa gas.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY