Jabar-NTB Kerja Sama di Sektor Peternakan,Penuhi Kebutuhan Daging Sapi

0
102
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat mempromosikan produk hasil karya anak muda Surabaya di Revolt Industri, Minggu (30/5/2021).

GARUT, Nawacita – Pemprov Jawa Barat (Jabar) melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jabar, PT Agro Jabar menjalin kerja sama dengan BUMD Nusa Tenggara Barat (NTB), PT Gerbang NTB Emas. Kerja sama ini terkait pembelian sapi dari NTB.

Penandatanganan kerja sama dilaksanakan di Desa Wanajaya, Kabupaten Garut, Rabu (27/1). Untuk tahap pertama, Jabar akan menerima 1.000 ekor sapi.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, melalui kerja sama tersebut, Jabar mendapatkan suplai daging sapi dari NTB. Dengan kerja sama ini, dia berharap kebutuhan daging Jabar dapat dipenuhi tanpa impor.

“Kami dengan bangga mendapatkan suplai daging sapi secara antarprovinsi, yaitu dengan NTB. Harapannya kebutuhan daging Jabar tidak selalu mengandalkan impor. Tapi bisa mandiri dengan suplai dan pasar dari dalam negeri. Khususnya NTB yang diproklamasikan sebagai provinsi sejuta sapi,” kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Kang Emil berharap dengan kerja sama tersebut, Jabar tidak bergantung kepada negara lain untuk memenuhi kebutuhan daging sapi. Apalagi dalam kerja sama tersebut, bibit penggemukan sapi dikirim ke Jabar.

“Idenya adalah suatu hari suplai daging sapi bisa disuplai oleh diri sendiri. Dimulai dulu dengan proyek penggemukan, minimal dari dalam negeri sendiri yaitu dari NTB. Setelah itu suplai sapi buat Jabar terbagi dua, ada yang murni Jabar, maksimal antarprovinsi bukan lintas negara,” papar Kang Emil.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB Lalu Gita Ariadi mengatakan, kedatangannya ke Provinsi Jabar untuk menindaklanjuti kerja sama antara Pemprov Jabar dan Pemprov NTB.

“Alhamdulillah pada Desember lalu, Kang Emil berkesempatan hadir di Mataram, sekaligus orasi kebangsaan. Dalam agenda tersebut selain kerja sama di bidang peternakan, kami akan belajar banyak bagaimana dengan mengelola potensi alam yang kami miliki,” kata Gita.

Selain itu, Pemprov NTB akan mengadopsi program Petani Milenial yang digagas Pemprov Jabar untuk mengembangkan sektor pertanian di NTB.

“Ini tentu menginspirasi kami karena kami di NTB tengah berjuang keras menyadarkan masyarakat muda yang lebih senang bekerja migran. Kami akan coba sosialisasikan potensi lahan untuk dimanfaatkan milenial,” katanya.

“Sekarang kami berjodoh antara PT Agro Jabar dan PT Gerbang NTB Emas di bidang peternakan. Insya Allah dengan tersedianya pasar penggemukan sapi di Jabar, dapat menginspirasi kami untuk terus kembangkan dan akan berlanjut terkait komoditi lainnya tahun depan, yaitu lobster,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT Agro Jabar Kurnia Fajar mengatakan, pihaknya dan PT Gerbang NTB Emas berencana menjalin kerja sama terkait budidaya lobster, selain kerja sama peternakan sapi.

“Mudah-mudahan kerja sama tersebut bisa berjalan lancar untuk mengurangi pembelian sapi impor, dan rencananya tahun depan akan mulai menjajaki kerja sama terkait budidaya lobster,” ucap Kurnia.

Menurut Kurnia, pihaknya akan berupaya memaksimalkan lahan milik Pemprov Jabar untuk meningkatkan hasil pangan dengan smart farming.

“Kami melakukan smart farming dengan teknologi infuse. Yang pertama, kami membangun smart greenhouse 3.000 meter di Desa Wanaraja, Kabupaten Garut dan akan menanam tanaman yang lebih high value,” tuturnya.

Resmikan Teknologi Smart Greenhouse

Smart greenhouse ini telah diresmikan Kang Emil. Dengan metode pertanian sistem infus diharapkan bisa membantu meningkatkan produktivitas panen jagung.

Teknologi smart greenhouse ini dijalankan dengan  memanipulasi kondisi lingkungan agar tanaman di dalamnya dapat berkembang optimal. Metode sistem infus didesasin khusus dengan program komputerisasi untuk mengatur pemupukan (nutrisi) dan pengairan secara otomatis.

Kang Emil  berharap metode pertanian di masa depan sudah bisa meninggalkan sistem konvensional yang akan memakan waktu lama untuk memanen produk pangan, salah satu contohnya jagung.

“Oleh karena itu, kami meresmikan pertanian infus menggunakan teknologi. Maka, di masa depan pertanian tidak lagi konvensional. Tapi menggunakan teknologi yang bisa menghemat air, sehingga petani bisa meningkatkan produknya selama 12 bulan,” ucapnya.

Selain itu, Kang Emil pun akan memaksimalkan beberapa lahan milik Pemprov Jabar yang amat subur untuk menanam komoditas pangan.

“Menanam apa saja di Jabar akan meningkat karena tanahnya subur. Kenapa saya lahirkan program Petani Milenial, karena alamnya juga indah, apalagi Garut itu serba ada,” ucapnya.

Program Petani Milenial ini akan diluncurkan pada Februari 2021. Nantinya, Petani Milenial dapat memanfaatkan lahan milik Pemprov Jabar untuk menanam komoditas pangan.

“Nanti mereka akan diberikan modal oleh bank bjb, dibeli dan dibimbing produknya oleh PT Agro Jabar. Intinya walaupun tinggal di desa, rezeki kota dengan bisnis digital yang Insya Allah bisnis mendunia,” tuturnya. 

sumber : Radar Solo

LEAVE A REPLY