Pemerintah Gelontor KUR Rp 70 Triliun untuk sektor Pertanian

0
201
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Jakarta | Nawacita – Pemerintah mendorong penyaluran kredit usaha rakyat sektor pertanian secara kluster. Ekosistem pengembangan komoditas pertanian pun diarahkan agar didalami dari sisi pembiayaan, permintaan, dan produksi.

Realisasi kredit usaha rakyat atau KUR dari Januari-25 Juni 2021 secara keseluruhan sebesar Rp 143,14 triliun atau 56,58 persen dari target tahun 2021, yaitu Rp 253 triliun. KUR tersebut sudah diberikan kepada 3,87 juta debitor. Penyaluran KUR sudah mendekati periode normal atau sebelum Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keterangan pers seusai rapat terbatas tentang KUR di sektor pertanian, Senin (26/7/2021), mengatakan, peningkatan penyaluran KUR tersebut karena perekonomian mulai pulih.

”Dan, tingkat suku bunga yang rendah, atau 3 persen, di mana pemerintah memberikan tambahan subsidi sebesar 3 persen,” katanya.

Penyaluran KUR di sektor pertanian sebesar Rp 42,7 triliun dari target tahun 2021 yang Rp 70 triliun. KUR sektor pertanian ini dari tahun ke tahun meningkat. KUR sektor pertanian dari tahun 2020 ke 2021 meningkat 29,8 persen.

Pemerintah pun mendorong diadakannya KUR secara kluster, seperti KUR kluster padi dan KUR kluster jagung. ”Bapak Presiden meminta agar pengembangan komoditas pertanian ekosistemnya itu didalami. Tidak hanya dari segi pembiayaan, tetapi juga dari demand site, (atau dari) pembeliannya. Dan juga (dari sisi) yang memproduksi, (yakni) dari para petani,” ujar Airlangga.

Hal ini dapat berbasis komoditas, seperti kopi, tanaman jagung, padi, tebu, ataupun tanaman hortikultura.

”Dan, untuk itu, Bapak Presiden meminta ada penugasan badan yang sejenis Bulog (Badan Urusan Logistik). Nanti Menteri BUMN akan menjelaskan terkait konsep penajaman dari holding pangan ataupun RNI,” katanya.

Terkait kebijakan KUR tanpa agunan, Airlangga menuturkan, pemerintah menaikkannya dari Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta. KUR kluster menjadi hal yang akan terus didorong. Lembaga-lembaga penyalur, terutama untuk KUR khusus ini, terus diintegrasikan. Secara khusus, Presiden Joko Widodo memberi arahan, terutama kepada bank Himbara, seperti BNI dan BRI.

Presiden Jokowi juga mengarahkan korporatisasi pertanian ataupun melalui koperasi. Pengembangan rice milling unit (unit penggilingan padi) dengan investasi Rp 5 miliar, misalnya, bisa dilakukan dengan skema KUR yang memiliki tingkat suku bunga rendah, yakni 3 persen.

”Terdapat kredit investasi dalam KUR yang bisa dari 5-7 tahun, berbunga rendah, dan ini bisa diperuntukkan kepada kelompok petani. Misalnya, 10 petani berkumpul, maka dengan kredit KUR itu bisa mencapai Rp 5 miliar. Itu sebagai contoh. Bapak Presiden juga minta agar dipermudah dan tidak ada regulasi yang menghambat dari KUR,” tutur Airlangga. kompas

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY