Bansos Beras dan Duit 200 Ribu akan dibagikan Sampai Desember 2021

0
77

Jakarta, Nawacita  – Menteri Sosial Tri Rismaharini menyampaikan saat ini pihaknya menerima sebanyak 5,9 juta penerima bantuan sosial dari pemerintah daerah (Pemda). Ia mengatakan, usulan 5,9 juta data penerima manfaat ini akan mendapatkan bantuan sosial selama enam bulan, yakni Juli-Desember 2021.

Selain itu, penerima bantuan sosial bagi 5,9 juta ini juga akan menerima bantuan beras yang akan disalurkan melalui Perum Bulog.

“Kemudian enam bulan untuk usulan daerah yang baru, 5,9 juta. Kan ada tambahan itu,” kata Risma, kepada wartawan, Rabu, (21/7/2021).

Risma memastikan sejumlah 5,9 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) adalah data baru. “Datanya dari pemerintah daerah. Bantuannya sebesar Rp200 ribu/KPM selama Juli-Desember 2021,” lanjutnya.

Risma menjelaskan guna untuk bantuan itu, Kemensos mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,08 triliun.

Untuk diketahui, Kemensos memiliki kebijakan baru yang diluncurkan untuk mengurangi beban masyarakat bersamaan dengan diperpanjangnya PPKM Level 4 yakni penyaluran beras.

Kemensos bermitra dengan Perum Bulog untuk menyalurkan beras seberat 10 kg/KPM untuk 10 juta KPM PKH, 10 juta KPM BST, dan 8,8 juta KPM Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Kartu Sembako non PKH.

“Yang menyalurkan Perum Bulog, Kemensos hanya mengirimkan data penerima kepada Kementerian Keuangan,” tuturnya.

Kemensos juga menyalurkan bantuan beras sebanyak 5 kg khusus disalurkan untuk pekerja sektor informal terdampak pandemi di se-Jawa-Bali, yakni zona pemberlakuan PPKM Level 4.

Para penerima adalah pemilik warung makan, pedagang kaki lima, pengemudi ojek, buruh lepas, buruh harian, karyawan kontrak, dan sebagainya, yang tidak bisa bekerja karena pembatasan aktifitas.

Untuk keperluan itu, Kemensos menyiapkan total 2.010 ton beras. Sebanyak 122 pemerintah kabupaten/kota mendapatkan masing-masing 3.000 paket beras (per paket sebanyak 5 kg) dan 6.000 paket (per paket sebanyak 5 kg) untuk enam ibukota provinsi.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY