Menkeu Sebut Pemulihan Ekonomi Akan Sulit Tanpa Pulihkan Sisi Kesehatan Akibat COVID-19

0
601

Jakarta, Nawacita – Harapan untuk pemulihan ekonomi yang berkelanjutan pasca pandemi COVID-19 akan sulit dilakukan jika pemulihan dari sisi kesehatan tidak dimaksimalkan. Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam rapat paripurna DPR RI, Senin (31/5).

“Pandemi COVID-19 masih sangat mengancam dan memberi ketidakpastian bagi negara mana pun di dunia,” kata Sri Mulyani, Jakarta Gedung DPR RI, Senin (31/5/2021).

Selain itu, gelombang baru yang masih terus terjadi termasuk di beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand menjadi salah satu faktor sulitnya pemulihan ekonomi.

Berbagai varian virus masih terus bermunculan, sedangkan kemampuan dan intensitas penegakan disiplin protokol kesehatan di setiap negara berbeda-beda.

Selanjutnya, kapasitas sistem kesehatan dan akses terhadap pasokan vaksin secara global yang juga masih timpang.

Oleh sebab itu ia menegaskan untuk mengakhiri pandemi maka dibutuhkan kekuatan kolektif semua negara dan tidak ada satu pun yang tertinggal sehingga akan menciptakan pemulihan ekonomi berkelanjutan.

Sementara untuk Indonesia, Menkeu Sri Mulyani menyebut pemerintah akan terus menjaga sikap antisipatif sembari memberi respon yang tepat terhadap segala dinamika yang terjadi termasuk terhadap APBN.

Ia menjelaskan APBN sebagai instrumen kebijakan ekonomi yang vital akan selalu digunakan untuk upaya-upaya intervensi penanganan kesehatan, perlindungan sosial, serta dukungan pada dunia usaha terutama UMKM.

“Tahun 2020 dan 2021 mengajarkan kita bahwa di tengah ketidakpastian yang tinggi, peranan APBN yang adaptif, responsif, dan fleksibel, menjadi faktor penting untuk memastikan langkah-langkah penanganan COVID-19 dapat dilakukan,” paparnya.

Ia menyatakan APBN harus tetap bekerja keras dan bekerja cepat dalam melindungi masyarakat Indonesia dari ancaman terhadap kesehatan dan jiwa, menjaga kesejahteraan masyarakat miskin dan rentan, serta mendukung daya tahan dunia usaha.

“Kita tentu terus berikhtiar dan melakukan segala daya upaya agar pandemi dapat segera usai,” ucap Sri Mulyani.

Ia mengatakan APBN 2022 nantinya akan tetap mendukung kebijakan-kebijakan reformasi struktural untuk membangun fondasi baru pemulihan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Pemerintah sangat menghargai dukungan dan kerja sama terus-menerus dari seluruh fraksi dalam penanganan pandemi COVID-19,” tandasnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY