Anindya Bakrie: Kadin Adalah Keluarga

0
663

Jakarta, Nawacita – “Kadin bagi saya sudah seperti keluarga,” kata Anindya Novyan Bakrie saat mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum Kadin Indonesia di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Senin (24/5/2021) pagi.

Empat hari kemudian, dalam acara Silaturahmi Nasional Kadin Indonesia di Hotel Four Season, Jakarta, Jumat (28/5/2021) malam, Anindya Bakrie benar-benar diperlakukan seperti keluarga. Acara yang berlangsung penuh kekeluargaan itu dihadiri ratusan pengurus Kadin, termasuk Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, serta para pengusaha dari berbagai daerah di Tanah Air. Mereka berdikusi dan bercengkerama layaknya sebuah keluarga besar.

Silaturahmi bertajuk Sinergi Pemerintah dan Pengusaha Nasional/Daerah dalam Pemulihan Ekonomi, Investasi, dan Covid-19 itu juga dihadiri secara fisik oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita.Selain itu, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno hadir secara virtual.

Sudah 15 Tahun
Istilah “keluarga Kadin” yang dikatakan Anindya Novyan Bakrie memang benar adanya. Presiden Direktur PT Bakrie & Brothers Tbk itu sudah 15 tahun berkecimpung di Kadin Indonesia, sekitar 10 tahun di antaranya sebagai wakil ketua umum bidang organisasi, keanggotaan, dan pemberdayaan (OKP) daerah. Tak mengherankan jika pengusaha kelahiran Jakarta, 10 November 1974, ini sangat dikenal di kalangan pengurus dan anggota Kadin, baik di pusat maupun di daerah. Mereka rutin berkomunikasi secara intens, layaknya keluarga.

Karena alasan itu pula, cucu tertua Achmad Bakrie, pendiri kelompok usaha Bakrie Group tersebut, menginginkan pemilihan ketua umum Kadin Indonesia berlangsung teduh, harmonis, sejuk, damai, sehat, serta menghasilkan keputusan yang baik dan santun.

“Salah satu hal menarik saat saya mendaftar sebagai caketum Kadin adalah kebersamaan. Kebersamaan tidak boleh hilang dari Kadin. Marilah kita buat munas kali ini sejuk, teduh, harmonis, dan mempersatukan kita semua,” tegas Anin, panggilan akrab Anindya Bakrie.

Pro-KADIN
Jika terpilih menjadi ketua umum Kadin Indonesia, lulusan Stanford Graduate School of Business dan Northwestern University, Amerika Serikat (AS) ini berjanji akan menggalang kerja sama dengan pemerintah, khususnya dalam membantu pemulihan ekonomi nasional, termasuk menyukseskan program vaksinasi dan mendorong implementasi UU Cipta Kerja sebagai bagian dari transformasi ekonomi nasional yang sedang digalakkan pemerintahan Jokowi. Suami Firdani Saugi itu juga bertekad membawa para anggota Kadin di pusat dan daerah naik kelas.

“Perekonomian pasca-Covid-19 tidak mudah. Saya harap, kami bisa maju bersama, bukan hanya di pusat, tetapi juga di daerah, bukan hanya yang besar, tetapi juga yang kecil,” kata ayah dari Alisha Anastasia Bakrie, Azra Fadilla Bakrie, dan Akila Abunindya Bakrie tersebut.

Anin mengusung program kerja “Pro-KADIN”. Pro diartikan sebagai profesional (Kadin harus profesional). Kemudian K adalah kelembagaan (kelembagaan dan SDM yang kuat sesuai fungsi dan peran Kadin sesuai UU Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kadin). Lalu A, yaitu agrikultur (ketahanan pangan, di mana dari program ketahanan pangan ini diharapkan muncul industri). Selanjutnya D adalah daerah (daerah dan UMKM yang modern). Adapun I yaitu industrialisasi (industrialisasi berorientasi konektivitas infrastruktur dan ekspor). “Terakhir N adalah normalisasi kehidupan kemandirian nasional dan kesehatan,” tutur Anin.

Keluarga Kadin
Anggapan Anindya Bakrie bahwa Kadin adalah keluarga besarnya sungguh wajar. Apalagi ayahnya, Aburizal Bakrie, bukan orang asing di Kadin. Aburizal, sebelum menjabat sebagai menko kesra dan menko perekonomian pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pernah dua periode menjadi ketua umum Kadin Indonesia (1994-2004).

Anin mengakui karena lama aktif di Kadin, dirinya kenal dan dikenal oleh para anggota Kadin yang lain. “Tetapi yang paling penting, Munas Kadin mesti berjalan dengan baik. Siapa pun yang terpilih mesti dapat menjalankan tugasnya sebagai mitra pemerintah,” ujar Anindya Bakrie.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani rupanya telah lama mengenal Anindya Bakrie, jauh sebelum ia aktif di Kadin. Pengalaman organisasi Anindya Bakrie di Kadin bahkan lebih lama ketimbang Rosan.

“Saat masih menjabat sebagai komite tetap (komtap), Pak Anin telah menjabat sebagai wakil ketua umum. Alhamdulillah beliau memantapkan hatinya untuk maju dan kita doakan insyaallah jalannya diridai Yang Maha Kuasa,” katanya.

Di mata Rosan Roeslani, Anin adalah sosok pekerja keras. “Insyaallah saya mengenal saudara Anin tidak hanya saat di Kadin. Saya kenal beliau jauh dari itu,” ucap Rosan.

sumber : Berita Satu

 

 

LEAVE A REPLY