Kuliner Makanan Khas “Mie Aceh” di Tengah Masyarakat Kota Langsa

0
179

Nawacita – Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang diberi status sebagai daerah istimewa. Aceh terletak di ujung utara pulau Sumatra dan merupakan provinsi paling barat di Indonesia.  Provinsi aceh memiliki motto “panca cita yang berasal dari bahasa sanskerta berarti lima cita-cita yakni keadilan kepahlawanan kemakmuran kerukunan dan kesejahteraan. Daerah Aceh memilki banyak hal yang menarik dari budaya, adat istiadat hingga kulinernya.adat istiadat yang terdapat di aceh salah satunya adalah peusijuek, yang mana peusijuek tersebut merupakan serangkaian tradisi yang bertujuan untuk memberikan keselamatan,ketenangan,dan keberkatan bagi yang melakukannya. Berbicara adat istiadat daerah aceh juga memiliki berbagai macam kuliner seperti mie aceh, kuah pliek u, keumamah, asam keueng dan masih banyak makanan khas lainnya.

Menilik ke belakang mengenai sejarah mie aceh ini, bahwa kuliner khas serambi mekkah ini tidak lepas dari pengaruh budaya lokal Aceh sendiri dengan budaya asing di masa lampau. Dulunya Aceh ini dikenal sebagai pintu keluar masuk serta pelabuhan utama di wilayah Sumatera dan sekitarnya.

Maka dari itu kombinasi kuah kari kental serta rempah- rempah yang kuat pada mie Aceh di pengaruhi oleh masakan India, yang pada dasarnya bahan mie aceh merupakan kuliner khas dari Tionghoa yang kemudian ditambahkan dengan daging kambing atau sapi yang mempengaruhi nilai dan budaya islam yang dibawa dari Aceh. Untuk  daging hewan laut seperti udang cumi-cumi, kepiting, merupakan penambahan makanan yang secara geografis Aceh di kelilingi oleh lautan seperti Selat Malaka.  

Nah disini akan dibahas tentang mie aceh,mari kita cari tahu bersama-sama. Apakah mie aceh itu ?

Mie aceh adalah masakan khas aceh yang dibuat dengan kuah kari kental, cita rasa yang disuguhkan dari mie aceh membuat menggugah selera bagi orang-orang yang menyicipinya, namun  mie aceh salah satu masakan mie pedas yang dimasak dengan bumbu dan ditambah dengan berbagai macam sayuran seperti sayur sawi,tauge,daun kol, bunga kol dan sop pre sebagai pelengkap sayuran. Komposisi utama dari bumbu halus di mie aceh adalah cabai rawit,cabai merah, kunyit,jintan, lada kapulaga, merica dan bawang putih. Selanjutnya mie aceh ini berbeda dengan mie pada umumnya. Bahan dasar mie aceh ini yang diolah bertekstur kenyal, pipih dan juga tebal serta warnanya cenderung kuning cerah sehingga menambah keindahan pada mie tersebut. dan mie aceh ini sangat mudah untuk di dapati di wilayah aceh pada setiap warung kopi, cafe dan ditempat lainnya.

Jika kuliner mie pada umumnya hanya menggunakan daging ayam sebagai pelengkap namun pada mie aceh ini berbeda dengan yang lainnya, yang mana para pedagang penjual mie aceh tersebut menambahkan berbagai macam seafood seperti udang, kepiting,cumi-cumi dan berbagai macam irisan daging seperti daging sapi, dan kambing.

Nama mie aceh diambil dari daerah asalnya yaitu aceh karena cita rasa yang terdapat dimasakan mie aceh berbeda dengan masakan yang ada di Indonesia.Selain itu dalam penyajiannya, mie aceh yang banyak kita ketahui disajikan dengan tiga macam yaitu mie goreng ( kering,basah ), mie tumis dan mie rebus. Untuk tambahan lainnya bisa disesuaikan dengan selera konsumen.

Nah untuk di daerah sekitar kota langsa khususnya di pemukiman warga matang seulimeng terdapat salah satu penjual mie aceh yaitu yang dikenal dengan  mie Busra.

saya merintis usaha menjual mie aceh ini sudah sejak saya masih lajang hinnga sampai sekarang saya telah berkeluarga. Saya membuat mie dengan bumbu rahasia yang saya racik sendiri sehingga membuat rasa yang berbeda dengan penjual mie yang lain. untuk berbagai macam toping saya hanya menyediakan telur ayam,namun bagi konsumen yang ingin menambahkan toping yang lain mereka membawa sendiri, yang mana berbagai toping tersebut sesuai selera konsumen seperti yang sudah- sudah ada yang membawa tempe, udang, kepiting, cumi-cumi, sotong,tiram, kerang, ikan tongkol bahkan ada yang membawa lobster. Ujar busra  salah satu pedagang mie aceh.

“Dalam penyajiannya mie aceh memiliki tiga jenis penyajian yaitu mie goreng basah ataupun kering, mie tumis dan mie rebus( berkuah).

Mie goreng kering ialah mie yang di goreng tanpa memiliki kuah sedangkan mie goreng basah tidak jauh berbeda dengan mie rebus ataupun mie tumis, yang mana mie goreng basah ini kuah nya lebih kental dan dapat dikatakan juga bahwa mie goreng basah menyerupai mie tumis yang memiliki sedikit kuah.

Mie tumis merupakan mie yang dibuat dengan cara ditumis dan memiliki teksturnya kuah nya yang sedikit . mie rebus merupakan mie yang dibuat dengan cara direbus dan dalam penyajian nya banyak kuahnya/ bersup.

cita rasa mie yang saya buat belum lengkap apabila belum ditambahkan berbagai macam taburan seperti emping, bawang goreng, acar, timun hingga saus jika konsumen ingin rasa mie nya lebih pedas lagi. Taburan emping dan bawang goreng yang renyah dapat menambahkan nikmat pada mie, rasa asam yang segar dari acar melengkapi paduan rasa yang dijamin menggoyangkan lidah dan tidak ketinggalan dengan potongan jeruk nipis yang akan diperas dalam sajian mie yang telah saya hidangkan”. ujar busra

Hari itu saya menjumpai salah satu konsumen mie busra yang bernama yuni safitri yang sedang duduk santai dan telah menghabiskan pesanan mie nya. Saya bertanya alasan mengapa ia membeli mie busra dan bagaimana rasa yang terdapat pada masakan mie busra. Lalu ia mengatakan bahwa rasa yang terdapat pada mie tersebut berbeda dengan mie yang lainnya yang mana pada mie ini bumbunya lebih terasa nikmat dan bikin nagih”.

Kita berharap dengan bacaan tentang mie aceh ini dapat berkembang dan memperkenalkan mie aceh ke luar daerah. Kuliner mie aceh akan tetap mejadi produk unggulan di daerah aceh sehingga dapat menjadi peluang bagi masyarakat aceh untuk meningkatkan perekonomiannya dengan cara membuka usaha dengan berjualan mie aceh.

Oleh Afryanti IAIN Langsa 

LEAVE A REPLY