Kisah Mantan Tentara Dirikan Raksasa Teknologi Huawei, Modalnya Rp 70 Juta

0
831
Jakarta, Nawacita – Merupakan salah satu perusahaan adidaya asal Tiongkok yang memproduksi alat elektronik seperti gadget. Siapa sangka? kesuksesan Huawei hanya bermodalkan jutaan Rupiah.
Huawei Technologies Co Ltd didirikan oleh Ren Zhengfei, eks-tentara yang miskin dan berasal dari daerah terpencil. Saat mendirikan Huawei, usianya sudah mencapai 40 tahunan, tidak seperti pengusaha sukses pada umumnya yang sudah merintis usaha sejak muda.
Pria kelahiran 25 Oktober 1944 tersebut berasal dari keluarga miskin yang tinggal di wilayah pegunungan di Provinsi Guizhou, China. Masa kecilnya dikelilingi oleh tempat tinggal yang sudah lapuk dan makanan sederhana semacam gandum atau jagung.
Pada 1960, Ren masuk kuliah di Chongqing University. Hingga beberapa tahun setelah ia lulus, tepatnya pada 1974, ia mendaftar ke lembaga penelitian Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) . Ia ditempatkan di bagian teknologi militer unit IT.
Saat bekerja di sana, Ren cukup berhasil meraih banyak prestasi. Banyak hasil eksperimennya memiliki nilai inovasi, sehingga ia dijuliki “Ren-Tech” oleh teman-temannya di sana.
Salah satu temuan inovatifnya adalah blue print generator tekanan standar bola mengambang. Pencapaiannya tersebut diakui oleh banyak pihak. Sehingga pada 1978, Ren dipilih untuk menghadiri Konferensi Sains Nasional sebagai delegasi dari Tentara Pembebasan Rakyat.
Setelah menghabiskan 9 tahun mengabdi di militer, ia pensiun pada 1983 menjelang usianya yang ke empat puluh, ketika Pemerintah China menghentikan seluruh unit IT. Kariernya dilanjutkan dengan bekerja di kilang minyak di Shenzhen.
Barulah pada 1987, ia yang merasa pekerjaannya di kilang minyak kurang memuaskan akhirnya meninggalkan Shenzhen dan memilih untuk membangun usaha sendiri. Saat inilah Huawei mulai dirintis, berbekal modal $ 5 ribu atau setara Rp 70 juta.
Perusahaan ini bermula dari sebuah apartemen kecil dan menjual berbagai jenis peralatan telekomunikasi dari Hong Kong. Bisnis ini sama sekali tidak memperoleh dana bantuan pemerintah, sehingga menyebabkan para investor enggan untuk berinvestasi. Meski begitu Huawei masih bisa berkembang.
Saat sudah mulai maju, jelang 1990 perusahaan di Hong Kong sebagai pemasok switch untuk huawei mendadak memutus rantai pasokan. Hal ini sempat menyulitkan Ren. Meski begitu, ia akhirnya berhasil membuat switch sendiri pada 1990.
Alhasil seiring waktu, Huawei berubah menjadi perusahaan raksasa. Huawei berhasil menjadi brand gadget teratas menyaingi Samsung dan Apple. Saat itupula Ren mengambil posisi sebagai CEO.
Di Huawei, Ren menerapkan sistem unik dimana kepemilikan Huawei dipegang oleh 85 ribu karyawannya. Seluruh karyawannya punya kepemilikan saham dan menyisakan 1,4% untuk Ren sendiri dengan nilai $ 450 juta di tahun 2010. Meski begitu Ren tetap dihormati seluruh karyawannya.
Selain itu, sistem kepemimpinan yang diterapkan juga unik, yakni sistem rotasi yang memungkinkan masing-masing anggota keluarga besar Huawei dapat menunjukkan bakatnya dan memajukan perusahaan.
Hal ini ternyata menghasilkan keuntungan bagi Huawei maupun bagi Ren. Berkat sistem yang diterapkannya ini, Ren berhasil meraup keuntungan hingga triliunan. Menurut Forbes, saat ini kekayaan Ren mencapai $ 1,4 miliar atau setara dengan Rp 19,6 triliun.
kmprn

LEAVE A REPLY