PT Semen Indonesia Buat Gerakan Penyelamatan Lingkungan

0
69

Jakarta | Nawacita – PT Semen Indonesia Tbk (SIG) membuat gerakan penyelamatan lingkungan bertajuk #MulaiBerubahDariRumah. Gerakan tersebut merupakan bagian dari perayaan 8 tahun transformasi perusahaan. Direktur Utama SIG Hendi Prio Santoso mengatakan, gerakan itu dirancang agar bisa dilakukan dari rumah. Mengingat pemerintah masih memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat selama pandemi.

“SIG ikut ambil peran membuat gerakan tentang lingkungan, keberlanjutan dan pemberdayaan yang mungkin banyak tertunda karena pandemi. Kami ingin melibatkan komunitas dan masyarakat yang selama ini juga peduli dan cukup dimulai dari rumah,” ujarnya melalui siaran pers, Senin (8/2).

Baca Juga : Menteri Lingkungan: Pelet Sampah Bisa Ganti Batubara di PLTU

Gerakan tersebut, lanjutnya, dapat diikuti seluruh lapisan masyarakat, termasuk komunitas. Caranya, buat foto atau video yang disertai cerita perubahan yang mereka lakukan untuk lingkungan.

Foto atau video dan cerita itu kemudian diunggah di Instagram sesuai misi perubahan yang telah ditentukan. Hendi mengatakan, perubahan yang dilakukan tidak perlu berskala besar. Langkah kecil yang bisa dilakukan di rumah sudah cukup mengikuti gerakan ini, karena tujuannya membangun kesadaran tentang lingkungan hidup dan semangat berkelanjutan.

“Kebaikan itu menular dan perubahan tidak boleh berujung. Melalui gerakan ini, hanya dari rumah, Bumi bisa terselamatkan dan kesejahteraan masyarakat sekitar dapat terbantu,” tuturnya.

Di Indonesia sendiri, kata dia, sebenarnya banyak komunitas yang sudah bergerak ke arah tersebut. Ada komunitas Zero Waste yang mencanangkan gaya hidup ramah lingkungan seperti diet kantong plastik. Ada pula gerakan Lyfe With Less yang mengajak masyarakat bergaya hidup minimalis dengan decluttering.

Terdapat juga komunitas yang mengolah sampah menjadi kompos, komunitas yang mengajak orang untuk tie die baju lama, hingga gerakan sosial Beli di Tetangga yang memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hanya saja, banyak dari gerakan ini terhambat seiring pandemi Covid-19 yang merebak.

“Tapi, toh Bumi tak bisa menunggu lagi. Kerusakan di planet biru ini sudah semakin parah. Sementara kebutuhan mendorong kesejahteraan yang setara juga semakin mendesak. Jadi SIG tergerak untuk menginisiasi gerakan peduli lingkungan,” jelas Hendi.

Republika

LEAVE A REPLY