Mensos Risma Minta BBWS Aktifkan Semua Pompa Air Atasi Banjir di Semarang

0
165

Semarang | Nawacita – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini meninjau sejumlah wilayah terdampak longsor dan banjir di Kota Semarang pada Minggu (7/2/2021).Lokasi pertama yang dikunjungi mantan Wali Kota Surabaya ini yakni Desa Jomblang, Kecamatan Candisari, yang terjadi longsor hingga menewaskan dua warga.

Dalam kunjungannya, Risma juga memberikan bantuan kepada ahli waris korban yang meninggal dunia karena tertimbun longsor. Dia mengatakan, saat ini kondisi cuaca tidak bisa lagi diprediksi sehingga masyarakat diminta selalu waspada.

“Kondisi sekarang cuaca ekstrem, kita tidak bisa menebak. Dulu mungkin aman, sekarang hujan sangat ekstrem. Sebetulnya kalau dilihat ini harus ada treatment khusus kayaknya, ya,” katanya.

Baca Juga : Latih Pemulung Masak, Risma Boyong Pelatih Dari Surabaya Hotel School

Risma meminta warga yang terdampak longsor di kawasan tersebut untuk pindah. Ia berjanji akan memberikan bantuan untuk warga yang menjadi korban longsor tersebut.

“Kalau masih tempati di situ, kita enggak tahu cuacanya seperti itu. Kalau ditempati lagi tetep bahaya, jangan sampai balik ada korban. Kita bisa bantu tapi tidak besar, tapi kalau bangun disitu bahaya,” jelasnya. Selepas kunjungannya ke Jomblang, politisi PDI-P itu bertolak ke dapur umum di Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan.

Risma didampingi Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu memberikan bantuan untuk warga terdampak banjir. “Saya harus hitung jumlahnya, setelah itu mau dibagi, monggo (silakan),” ujarnya. Risma juga menanyakan soal pompa air untuk penanganan banjir kepada Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Ita. Lantas,

Risma pun meminta agar bisa menghubungi langsung orang yang berwenang untuk Pompa Kali Tenggang.Plt Camat Pedurungan, Ali Muhtar kemudian menghubungkan Risma dengan pejabat BBWS Pemali Juana. Risma meminta lima dari enam pompa diaktifkan. “Tolong pompanya dinyalakan semua. Coba lima dinyalakan, lima bisa dinyalakan pak?

Nyalakan lima pak biar cepet surut, terlalu lama ini, kasihan warga,” kata Risma saat menelepon. Ia kemudian menelpon pejabat BBWS lainnya dan meminta penjelasan soal pompa air. Risma berharap pompa yang diaktifkan maksimal bisa mengurangi banjir. “Harus maksimal ini pak pompanya,” ujarnya. Setelah itu, Risma melanjutkan ke daerah Kaligawe yang masih terendam banjir dan juga didirikan dapur umum dari kepolisian.

Dalam tinjauannya di Kaligawe, Risma juga didampingi oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau Hendi. Ia juga menyempatkan melihat dapur umum di perkampungan daerah Sawah Besar tidak jauh dari sana. Diberitakan sebelumnya, empat orang tewas dalam bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kota Semarang sepanjang dua hari ini.

“Ada dua warga meninggal, di Candisari atau Jomblang. Dua lagi meninggal tersengat listrik di Semarang Utara dan Semarang Timur,” kata Wali Kota yang akrab disapa Hendi.

Kompas

LEAVE A REPLY