Kenapa, Usai Minum Kopi Muncul Keinginan Buang Air Besar?

0
391

Jakarta | Nawacita – Kini kita bisa mencari informasi apapun di media sosial, termasuk alasan kopi yang melancarkan buang air besar (BAB).

Melalui channel YouTube Dr. Sameer Islam, MD, seorang ahli gastroenterologi yang berbasis di Texas yang mengkhususkan diri dalam diagnosis dan pengobatan penyakit pada saluran pencernaan, ia menjelaskan hal tersebut.

Menurut Sameer, konsumsi kopi berkaitan dengan refleks gastrokolik, yaitu saat perut Anda terangsang oleh kopi dan mulai berkontraksi. Refleks ini terus berlanjut dari perut ke usus kecil hingga ke usus besar, yang nantinya akan berakhir setelah Anda BAB.

Memang ada beberapa anggapan yang menyatakan keasaman kopi juga membantu merangsang usus. Kopi, baik tanpa kafein maupun berkafein, mengandung asam klorogenat, yang memicu peningkatan kadar asam lambung dan produksi asam lambung yang lebih tinggi. Labrakan oleh keasaman ini membuat perut mengeluarkan isinya lebih cepat dari biasanya.

Namun Dr. Sameer menegaskan bahwa masih belum jelas kandungan mana dari ratusan bahan kimia yang ditemukan dalam secangkir kopi.

“Ya, kopi tanpa kafein dan kopi berkafein akan membuat Anda buang air besar, tetapi kafein dalam kopi akan membantu Anda buang air besar lebih banyak,” kata Dr. Sameer, dilansir dari MensHealth.

Oleh karena itu ia menyarankan agar Anda meminum secangkir kopi jika ingin menggerakkan usus Anda (ingin segera buang ar besar).

Jika Anda menambahkan susu atau krim ke kopi, selain meniadakan efek positif dari kopi itu sendiri, juga bisa memberi efek lainnya.

“Ya, semua susu dan krim itu dapat meniadakan beberapa efek positif yang kita lihat dalam kopi. Belum lagi kelebihan kalori dan gula yang didapat dari menambahkannya (susu atau krim),” jelasnya.

Baca Juga : Bekerja dari Kedai Kopi Bikin Anda Lebih Kreatif? 

Studi 2018

Adapun penelitian yang membantu menjelaskan hubungan ini, yang terbaru yaitu penelitian pada tahun 2018 tentang pasien yang minum kopi setelah operasi. Biasanya setelah operasi, usus tidak mau “bangun”. Namun ketika pasien minum kopi, ia mengalami nyeri, mual, dan sembelit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mengonsumsi kopi memang meningkatkan pergerakan usus setelah operasi.

Penelitian lainnya yang masih berlangsung yaitu tentang bagaimana kopi dapat meningkatkan kesehatan usus secara keseluruhan. Kopi telah terbukti meningkatkan kesehatan hati, menurunkan risiko kanker usus besar, meningkatkan fungsi kognitif, menurunkan risiko kematian kardiovaskular (CHF, serangan jantung, stroke), diabetes tipe II, Parkinson, dll. Semakin banyak temuan hubungan kopi dengan kesehatan maka pantaulah terus.

Sementara untuk pasien sindrom iritasi usus (IBS) mungkin minum kopi tidak akan begitu mempengaruhinya, terutama jika IBS yang dialami didominasi oleh konstipasi. Kemudian, jika Anda menderita diare, GERD, mulas, atau memiliki masalah laktosa, terkadang minum kopi akan memperburuk kondisi tersebut. Namun Dr. Sameer mencatat bahwa respon tiap orang bisa berbeda-beda.

Jika Anda bertujuan minum kopi untuk menyegerakan BAB sebelum melaksanakan hal penting, seperti balapan atau rapat, Dr. Sameer menjelaskan bahwa efeknya bisa secepat 10 menit setelah minum kopi. Ia juga mengatakan bagi kebanyakan orang, efeknya bisa terjadi setelah 45 menit. Jadi jika Anda merencanakan perjalanan jauh atau kegiatan yang akan berlangsung lama dan Anda terjebak tidak bisa ke toilet, ia menyarankan untuk memperhitungkan waktu perut Anda akan bereaksi dan bersiap untuk itu.

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, setiap orang memiliki respons yang berbeda-beda terhadap kopi. Ada banyak faktor yang terlibat, seperti toleransi Anda terhadap kafein, memiliki kondisi khusus (seperti IBS, mulas, dan sebagainya), jenis kopi yang diminum, dan sebagainya. Jadi Anda tidak bisa hanya fokus pada jumlah kopi yang harus Anda seduh untuk mencapai efek yang diinginkan.

Namun, hingga 400 miligram (mg) kafein sehari tampaknya aman untuk kebanyakan orang dewasa yang sehat. Itu merupakan kira-kira jumlah kafein dalam empat cangkir kopi yang diseduh, 10 kaleng cola, atau dua minuman “minuman energi”. Perlu diingat bahwa kandungan kafein sebenarnya dalam minuman sangat bervariasi, terutama di antara minuman berenergi, kata Dr. Sameer.

Liputan6

LEAVE A REPLY