Tesla: Sodorkan Proposal ke Luhut, Akan Bertemu Antam dan Inalum

0
90

Jakarta | Nawacita – Rencana investasi perusahaan otomotif terkemuka AS, Tesla, terus menunjukkan sinyal positif. Tesla disebut telah menawarkan dua proposal kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Luhut Binsar Pandjaitan.

Proposal pertama untuk pembangunan pabrik kendaraan listrik, kedua proposal untuk pembangunan Energy Storage System (ESS), atau gambaran sederhananya power bank dengan kapasitas jumbo. Keduanya akan segera bertemu pada pekan depan secara virtual.

 

Baca Juga : Luhut: Food Estate Kesempatan Wujudkan Modernisasi Pertanian

Pekan Depan Tesla Akan Bertemu Antam dan Inalum Bahas Pabrik Baterai Listrik

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Septian Hario Seto, menjelaskan perkembangan investasi Tesla di Tanah Air. Dia mengaku kementerian sangat intens menjalin komunikasi dengan pabrik asal AS tersebut.

Pekan depan, Tesla akan bertemu langsung bersama perusahaan BUMN tambang, PT Aneka Tambang Tbk atau Antam dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) untuk membahas kelanjutan pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik.

“Perusahaan kelas dunia yang memiliki teknologi litium baterai (Tesla), minggu depan kita diskusi langsung bersama Antam Inalum. Kita lihat dari sana seperti apa,” katanya saat menggelar konferensi pers virtual, Jumat (5/2).

Septian belum bisa menjelaskan detail rencana pertemuan nantinya. Namun ia menekankan, bahwa pemerintah tidak akan melakukan kerja sama dengan investor yang tidak membangun pabrik baterai kendaraan listrik di Tanah Air.

“Jadi kalau mereka hanya mau mengambil bahan baku, kita enggak terlalu, enggak atraktif,” tegasnya

 

Baca Juga : Menteri Luhut: Dewan Direksi LPI Diumumkan Minggu Depan

Tesla Sodorkan Proposal ke Luhut, Mau Kembangkan ‘Power Bank’ Berkapasitas Jumbo

Kemenko Bidang Maritim dan Investasi mendorong Tesla berinvestasi untuk bangun Energy Storage System (ESS). Tesla pun telah menawarkan proposal kepada Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengenai investasi pembangunan pabrik baterai listrik di Indonesia.

“Dengan Tesla ada dua. (Salah satunya) ESS ya energy storage system ESS. Kayak baterai, power bank tapi ini besar-besar bisa puluhan megawatt. Bahkan sampai 100 megawatt,” kata Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi Septian Hario Seto melalui konferensi pers virtual, Jumat (5/2).

Septia menjelaskan investasi ESS ini akan menguntungkan bagi Indonesia. Sebab biaya operasional lebih rendah dibanding pembangkit listrik. Selain itu, ESS dinilai lebih efisien dalam maintenance saat adanya tingginya permintaan dari konsumen.

“ESS bisa gantikan pembangkit yang digunakan ketika electricity demand melebihi penggunaan rata-rata,” imbuhnya.

Kumparan

 

LEAVE A REPLY