Indonesia Jadi Produsen Baterai Mobil Listrik

0
57

Jakarta | Nawacita – Ketua Tim Percepatan Pengembangan EV Battery Indonesia, Agus Tjahajana Wirakusumah, optimistis Indonesia mampu menjadi produsen baterai kendaraan listrik yang bisa bersaing di pasar internasional. Apalagi Indonesia merupakan salah satu produsen nikel terbesar di dunia sebagai komponen utama pembuatan baterai selain litium dan kobalt.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, sepanjang tahun 2019, Indonesia menghasilkan sekitar 800.000 ton bijih nikel per tahun.

“Indonesia merupakan produsen nikel terbesar di dunia yang menguasai 30% produksi nikel dunia,” kata Agus Tjahajana dalam Seminar Baterai Nasional secara virtual, Sabtu (6/2/2021).

Baca Juga : Rencana Besar Investasi Tesla di Indonesia

Agus menyampaikan, posisi Indonesia yang berdekatan dengan Australia juga menguntungkan bagi Indonesia dalam mengembangkan baterai untuk kendaraan listrik. Pasalnya Australia menguasai sekitar 60% litium di dunia.

“Di Australia ada litium yang paling besar. Jadi kalau kita buat baterai di Indonesia, bawa litium-nya juga dekat dari Australia, sehingga supply chain (rantai suplai)-nya jauh lebih murah,” kata Agus.

Sedangkan untuk kobalt yang juga menjadi bahan baku baterai, Agus mengatakan di dalam nikel yang ada di Indonesia juga mengandung kobalt. “Jadi nanti kita ekstrak, kekurangannya baru kita ambil dari luar. Sehingga ini merupakan competitive advantage (keuntungan kompetitif) Indonesia. Kita punya nikel, dekat Australia, dan kita juga ada kobalt. Posisi ini tidak dimiliki oleh semua negara,” kata Agus.

Beritasatu

LEAVE A REPLY