HIPMI Gandeng House of Indonesia Sydney Tingkatkan Ekspor Produk UMKM Seluruh Indonesia ke Australia

0
69

Jakarta | Nawacita – Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) melalui Bidang Perdagangan, Perindustrian, ESDM dan House of Indonesia Sydney menandatangani Nota Kesepahaman tentang Peningkatan Ekspor Produk UMKM HIPMI seluruh Indonesia ke Australia. MoU ini merupakan kerja sama strategis HIPMI dengan House of Indonesia di Sydney, pusat showchase gallery produk Indonesia dan business matching center di Australia.

Sekretaris Jenderal BPP HIPMI Bagas Adhadirgha berharap, nota kesepahaman ini dapat meningkatkan peran para usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia dalam meningkatkan ekspor nasional. Dengan adanya MoU ini, Sydney atau Australia bisa menjadi salah satu perwakilan BPP HIPMI di luar negeri untuk masalah perdagangan.

“Alhamdulillah pada hari ini kami BPP HIPMI menandatangani MoU dengan House of Indonesia yang merupakan suatu momen dimana kita bisa mewujudkan perdagangan antar kedua negara lebih akrab lagi dan pada 2021 ini BPP HIPMI mempunyai strategi untuk lebih aktif lagi di bidang perdagangan internasional. Kami berencana akan membuka perwakilan-perwakilan di luar negeri,” ujar Bagas, dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman House of Indonesia Sydney dengan BPP HIPMI secara virtual, Senin (25/1/2021).

Bagas mengatakan, MoU dengan House of Indonesia bisa mendorong program HIPMI untuk go international. Sebanyak 90 persen dari HIPMI se-Indonesia merupakan UMKM dan pihaknya memang sangat membutuhkan informasi-informasi bagaimana caranya UMKM-UMKM bisa melakukan proses ekspor.

Baca :Presiden Umumkan Dua Menteri Baru Mantan Ketua Umum HIPMI

“Yang menjadi kendala adalah biasanya UMKM-UMKM di HIPMI ini karena kami rata-rata adalah pengusaha pemula, sehingga terkendala juga dengan masalah perizinan, legalitas maupun distribusinya. Jadi, mudah-mudahan dengan adanya MoU ini kita mampu melakukan banyak kegiatan untuk pelatihan teman-teman untuk melakukan kegiatan ekspor,” ucapnya.

Diharapkan ke depan antara HIPMI dengan Kementerian Perdagangan juga akan semakin terjadi pola interaksi. HIPMI butuh banyak masukan dan bimbingan bagaimana caranya mampu untuk melakukan ekspor ke depan dan beberapa kegiatan sudah dilakukan juga antara HIPMI dengan Kementerian Perdagangan yang sudah cukup sukses beberapa produk-produk HIPMI.

“Yang terpenting adalah bagaimana kurasinya karena biasanya informasi-informasi antara eksportir dan importir ini biasanya kurang matching, seperti contoh kadang-kadang kita kirim barang ke suatu negara, ternyata negara itu masih kurang membutuhkan. Harapannya supaya lebih tepat sasaran, kita membutuhkan suatu channeling khusus mungkin dari Kementerian Perdagangan bisa memberikan peta-peta negara yang bisa menjadi tujuan ekspor dan rata-rata barang-barangnya ini sesuai dengan kemampuan HIPMI untuk supply,” ungkapnya.

Jadi, lanjut Bagas, proses ekspor dari Indonesia ke negara-negara tersebut tepat guna dan tepat sasaran karena cukup diketahui dengan adanya pandemi ini hampir seluruh dunia melakukan restart ekonomi dan Indonesia mempunyai peluang untuk menjadi salah satu pemain di sektor ekspor. Sebab, Indonesia mempunyai resources yang cukup kaya.

“Kita mendukung juga program pemerintah agar UMKM-UMKM Indonesia bisa untuk masuk pasar ekspor dan harapannya ke depan MoU dengan House of Indonesia di Sydney ini menjadi pemicu bagi negara-negara lain untuk menjadi tujuan pasar selain Australia. Ke depan, kira-kira kita memperkirakan pemikiran ekonomi ini baru selesai di 2023,” tuturnya.

Ia berharap, selama proses menyesuaikan diri dengan keadaan, Indonesia mampu me-restart business plan untuk menyesuaikan dengan pangsa-pangsa pasar baru dan bisa menjadi pemain di sektor ekonomi dunia. Diharapkan juga kepada anggota HIPMI seluruh Indonesia, sekarang ini HIPMI mempunyai momentum dan kebetulan Menteri Perdagangan yang juga merupakan mantan Ketua Umum BPP HIPMI sangat memahami bagaimana keluarga besar HIPMI itu sendiri.

“Harapannya, kita semakin erat dengan Kementerian Perdagangan untuk melakukan program-program ke depan. Semoga MoU ini bisa terlaksana dan terimplementasi dengan baik,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Perdagangan, Perindustrian, ESDM BPP HIPMI Rama Datau mengatakan, salah satu program dari pemerintah saat ini adalah bagaimana caranya meningkatkan atau membawa para UMKM-UMKM di Indonesia bisa naik kelas. Salah satunya adalah dengan membuka kesempatan untuk para pelaku UMKM bisa menembus pasar internasional.

“Atas dasar inilah kami BPP HIPMI khususnya Bidang Perdagangan, Perindustrian, ESDM melakukan atau membuat suatu program kerja yang mana tujuannya agar bisa membantu dan juga membuka akses untuk bisa membawa atau menjual produk-produknya untuk pasar internasional. Terus terang program ini sebenarnya tidak hanya saat ini berjalan, tapi dari tahun lalu kita sudah berjalan yaitu mengikuti program Trade Expo Indonesia yang diadakan oleh Kementerian Perdagangan,” ujar Rama.

Baca : HIPMI ACEH SIAP MENDORONG KERJASAMA INVESTASI DI ACEH

Setelah mengikuti program Trade Expo Indonesia, pihaknya melanjutkan dengan beberapa kali melakukan pertemuan dengan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di beberapa negara. Sehingga, hasil dari pertemuannya membuahkan suatu kesepakatan untuk melanjutkan dengan MoU ini dengan House of Indonesia.

“Tentu harapannya dengan adanya MoU ini, kami beserta House of Indonesia di Sydney bisa bekerjasama lebih erat lagi ke depannya bagaimana caranya bisa bersama-sama untuk mencoba memasarkan produk-produk anggota HIPMI se-Indonesia untuk Australia. Sekedar informasi bahwa HIPMI ada di 34 provinsi dan juga 514 kabupaten/kota se Indonesia,” ucapnya.

Jadi, Rama menambahkan, HIPMI yakin bahwa dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota pasti ada produk-produk yang bisa dipasarkan di Australia. Harapan ke depan dengan adanya program ini, pihaknya bisa bersama-sama membuat suatu keberhasilan dari program pemerintah yaitu bagaimana caranya UMKM di Indonesia bisa menembus pasar ekspor.

“Tentu BPP HIPMI tidak hanya bekerjasama dengan Australia, tapi juga akan bekerjasama dengan negara-negara lain untuk bisa membuka jaringan di pasar internasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Kasan Muhri mengatakan, nota kesepahaman ini dapat meningkatkan peran para UMKM Indonesia dalam meningkatkan ekspor nasional. Pemerintah memiliki komitmen besar bersama-sama dengan mitra strategis untuk mengimplementasikan butir-butir cakupan kerja sama sesuai tugas dan fungsi masing-masing, sehingga mampu meningkatkan ekspor nasional yang berdaya saing.

“Diharapkan dapat memberikan kontribusi pada peningkatan ekspor Indonesia ke pasar global di masa pandemi Covid-19. Sebagai negara bertetangga, Indonesia dan Australia saling bergantung satu sama lain,” ujar Kasan.

Selain itu, menurutnya, kerja sama ini merupakan kesempatan Indonesia untuk melakukan penetrasi pasar ke Australia. Kerja sama ini juga merupakan bagian dari dukungan pemerintah Indonesia dalam menjawab harapan dan antusiasme kalangan dunia usaha Indonesia dan Australia.

“Pentingnya semangat solidaritas dan kebersamaan dalam menyikapi tantangan bisnis di masa pandemi Covid-19. Pemerintah Indonesia senantiasa hadir mendukung kalangan dunia usaha dan mendorong kegiatan bisnis kedua negara secara lebih optimal, khususnya dalam rangka meningkatkan akses pasar produk-produk Indonesia ke Australia,” ucapnya.

Pada acara tersebut, penandatanganan dilakukan dan dihadiri oleh Ketua Bidang Perdagangan, Perindustrian, ESDM BPP HIPMI Rama Datau, Sekretaris Jenderal BPP HIPMI Bagas Adhadirgha yang mewakili Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H. Maming, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Kasan Muhri, Pencetus dan Pendiri House of Indonesia Sydney Suliyanti Sunaryo, Konsulat Jenderal RI Sydney Heru Hartanto Subolo, Atase Perdagangan Indonesia untuk Australia Agung Wicaksono, dan Kepala ITPC Sydney Ayu Siti Maryam.

LEAVE A REPLY