Mensos dan Kepala BNPB Tinjau Korban Gempa Sulbar

0
51

Jakarta, Nawacita – Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo terbang ke Mamuju Sulawesi Barat untuk selanjutnya meninjau korban gempa di Majene, Sulawesi Barat.

Gempa yang mengguncang Majene dan Mamuju akibat aktivitas sesar naik Mamuju ini terjadi pada Kamis (14/1/2021) pukul 14:35 Wita magnitudo (M) 5,9 lalu kembali terjadi pada Jumat (15/1/2021) pukul 02:28 Wita M 6,2 pada kedalaman 10 kilometer. Gempa dangkal yang dirasakan kuat ini membuat banyak bangunan roboh, sejumlah akses jalan terputus karena longsor. BNPB menyebut hingga Jumat (15/1/2021) terdapat delapan orang meninggal dunia, 637 luka-luka dan 15.000 orang mengungsi di 10 titik pengungsian.

Pusat gempa berada di 4 kilometer timur laut Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Namun, getaran gempa terasa hingga Mamuju, Makassar hingga Palu.

Sebagai respon cepat, Kementerian Sosial telah menyiapkan kebutuhan dasar dan kebutuhan pokok untuk para korban gempa di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat. Bantuan logistik berasal dari gudang di Mamuju dan dikirim dari gudang regional di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat pagi ini.

Menteri Sosial Tri Rismaharini telah memerintahkan jajarannya untuk secepatnya mengirimkan personel taruna siaga bencana (Tagana) wilayah sekitarnya, tim layanan dukungan psikososial (LDP), serta menyalurkan berbagai bantuan logistik.

“Bantuan logistik sudah dalam perjalanan menuju lokasi terdampak gempa. Tim LDP melaporkan bahwa mereka juga sudah bergerak. Kita upayakan bantuan secepat-cepatnya untuk penanganan warga terdampak gempa,” kata Risma dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (15/1/2021).

Risma menambahkan, untuk pertolongan pertama, tagana setempat telah melakukan evakuasi bersama BPBD dan TNI-Polri. Bantuan logistik seperti matras, tenda, perlengkapan anak, perlengkapan lansia, makanan siap saji, dan lainnya dikirimkan bertahap mulai pagi ini.

“Semua logistik di gudang Sulawesi Barat dikeluarkan untuk membantu masyarakat. Dapur umum akan didirikan di titik pengungsian. Segera kami informasikan updatenya. Satu unit mobil dapur umum bisa memasak sampai 2.000 nasi bungkus dalam satu kali masak, sehingga dalam sehari bisa menghasilkan 6000 nasi bungkus,” ungkapnya.

Risma menegaskan, pemerintah akan memberikan santunan kepada korban yang meninggal dunia.

“Datanya akan terus kami perbarui karena tim masih terus melakukan pendataan. Sesuai SOP, untuk korban meninggal akan mendapat santunan Rp 15 juta per orang yang diserahkan kepada ahli waris. Namun ini tentunya akan diserahkan menunggu seluruh data masuk,” ucap mantan Walikota Surabaya ini.

Rencananya, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemsos M Safii Nasution akan memimpin tim menuju lokasi gempa untuk melakukan identifikasi kebutuhan dan berkoordinasi dengan pemda setempat.

Terkait peninjauan lokasi gempa, BNPB menyebut, sebenarnya pada Jumat (15/1) Kepala BNPB bersiap melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumedang, Jawa Barat bersama sejumlah anggota DPR RI dari Komisi VIII.

Mendengar kabar terjadinya gempa di Mamuju Sulawesi Barat, Presiden Joko Widodo memerintahkan Doni Monardo dan Mensos Risma berangkat ke Mamuju.

Doni Monardo juga langsung menginstruksikan helikopter BNPB menuju lokasi bencana. Ada empat helikopter BNPB dikerahkan.

Beritasatu

LEAVE A REPLY