Menag Bahas Moderasi Bersama Tokoh Agama Lampung

0
125
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Jakarta, Nawacita – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas bertemu dengan tokoh lintas agama se-Provinsi Lampung. Pertemuan Menag bersama tokoh lintas agama tersebut dirangkai dengan pembinaan ASN Kanwil Kemenag Lampung.

Dalam pertemuan itu, Menag menyebut hanya di Indonesia sebuah perbedaan menjadi perekat persatuan bangsa. Kondisi ini berbeda dengan negara lain, dimana perbedaan menjadi sumbu perpecahan.

“Ketika kami ditunjuk oleh Bapak Presiden Joko Widodo, kami sampaikan orientasi dan tekad kami membuat Kemenag menjadi Kementerian untuk semua agama,” kata Menag dalam keterangan yang didapat Republika, Jumat (15/1).

Selama masa baktinya di Kemenag, Gus Yaqut menegaskan Kemenag tidak boleh menjadi milik agama Islam saja. Instansi tersebut milik semua agama.

Menag juga berharap pelayanan untuk semua agama bisa tersedia di Kantor Urusan Agama (KUA). Pasalnya, negara berdiri dari perjuangan semua umat beragama di Indonesia.

“Dalam konteks menjaga kemerdekaan dan meneruskan pembangunan, maka tidak boleh ada perbedaan. Semua harus mendapat pelayanan,” ujar Menag.

Selanjutnya, Menag mengingatkan jajaran Kemenag agar terus bergerak tanpa lelah menjalankan tiga matra. Tiga matra yang dimaksud adalah pelayanan, moderasi beragama dan persaudaraan.

Perihal moderasi beragama, ia mengingatkan meski bukan saudara seagama, maka setiap pihak adalah saudara sekemanusian. Moderasi Beragama tidak bisa lepas dari toleransi, kebersamaan dan sikap moderat.

Kakanwil Kemenag Lampung, Juanda Naim, mengatakan kehadiran Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi semangat baru Kementerian Agama Provinsi Lampung, dalam menjalankan fungsi dan tugas yang diemban.

Di hadapan Menag, Juanda mengatakan Kanwil Kemenag Lampung telah mencanangkan program unggulan dalam rangka mendukung tugas dan fungsi Kementerian Agama.

Program unggulan itu yakni, penguatan moderasi beragama kepada seluruh ASN Kementerian Agama, Siswa Madrasah/Santri Pondok Pesantren dan seluruh Ormas Keagamaan, serta seluruh elemen masyarakat.

“Ada program unggulan lainnya yakni penanaman jiwa nasionalisme di lingkungan Kanwil Kementerian Agama se-Provinsi Lampung, program Tilawah Al Qur’an pada madrasah, serta program Tahfizul Al Qur’an. Sehingga, di masa yang akan datang, Lampung menjadi Lumbung Qori/ah/Hafidz,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menag sekaligus menandatangani prasasti pembangunan asrama MAN 1 Lampung Timur dan MAN Pesawaran. Dua bangunan ini dibangun melalui skema SBSN tahun 2021.

 

LEAVE A REPLY