Fakta Baru, Harimau Tasmania yang Sudah Punah

0
226

Jakarta, Nawacita – Kendati sudah dianggap punah sejak beberapa puluh tahun lalu, para ahli terus meneliti tentang fakta-fakta Harimau Tasmania. Dalam penelitian terhadap tengkorak kepala binatang endemi Australia itu diketahui kalau strukturnya malah lebih menyerupai rubah merah atau serigala abu-abu.

Dilansir Science Alert, penelitian baru itu menyatakan bahwa kemiripan ini tidak terbatas pada harimau Tasmania dewasa (Thylacinus cynocephalus) – tetapi juga pada anak harimau Tasmania dan bertahan hingga dewasa.

Penemuan ini dapat menjelaskan lebih lanjut tentang bagaimana hewan yang berbeda dapat mengembangkan karakteristik yang serupa untuk menempati relung ekologis yang serupa, meskipun mereka mungkin tidak terkait dan dipisahkan oleh ruang dan waktu – sebuah fenomena yang dikenal sebagai evolusi konvergen.

“Hebatnya, anak harimau Tasmania lebih mirip dengan anak serigala daripada marsupial lain yang berkerabat dekat,” kata ahli biologi Andrew Pask dari Universitas Melbourne di Australia.

Saat ini harimau Tasmania sudah punah sejak tahun 1936. Namun sisa-sisa keberadaan harimau Tasmania masih tersimpan di museum Australia. Para ahli melakukan penelitian pada sejumlah tengkorak anak harimau Tasmania dan dewasa.

Berdasarkan penelitian itu, tengkorak harimau Tasmania lebih mendekati dengan tengkorak marsupial lain yang juga disimpan di museum Australia, termasuk dunnart (Sminthopsis). Spesies tersebut salah satu kerabat genetik terdekat dengan harimau Tasmania, dan quoll timur (Dasyurus viverrinus), marsupial karnivora lain dari urutan yang sama.

Tim juga meminjam dan memindai CT tengkorak serigala abu-abu dari Museum of the North di Alaska untuk dibandingkan dengan tengkorak harimau Tasmania. Kendati nenek moyang kedua spesies itu berjarak 160 juta tahun namun terlihat ada beberapa kemiripan.

“Kami tahu bahwa harimau Tasmania dan serigala terlihat mirip ketika dewasa, tetapi kami tidak tahu kapan mereka mulai menunjukkan kesamaan yang luar biasa selama perkembangannya,” jelas ahli biologi Axel Newton dari Monash University di Australia.

Penelitian terbaru oleh tim yang mencakup Pask dan Newton menemukan bahwa serigala dan harimau Tasmania memiliki gen serupa yang mengatur perkembangan kraniofasial mereka. Penelitian baru mengenai pertumbuhan tengkorak kedua hewan itu terlihat strujtur pertumbuhan yang sama. Sejak lahir hingga dewasa, tengkorak kedua hewan tersebut tidak hanya mirip satu sama lain, tetapi mengikuti pola pertumbuhan yang serupa.

Studi baru ini menunjukkan bahwa evolusi konvergen tidak hanya dapat terjadi pada hewan yang secara anatomis berbeda, tetapi marsupial juga dapat mengembangkan tengkorak yang sangat berbeda satu sama lain. Dan perbandingan antara kedua spesies tersebut adalah contoh menarik yang dapat digunakan untuk mempelajari kemunculan evolusi konvergen secara lebih luas.

“Dengan membandingkan seluruh rangkaian pertumbuhan dari bayi baru lahir hingga orang dewasa,” kata ahli biologi dan paleontologi Christy Hipsley dari Museum Victoria dan University of Melbourne di Australia. “Kami dapat memvisualisasikan perbedaan kecil dalam perkembangan yang menunjukkan kapan dan di mana tengkorak beradaptasi dengan karnivora. muncul pada tingkat sel,” lanjutnya.

Sindo

LEAVE A REPLY